breaking news New

Soal Meme, TPDI: Bareskrim Polri Istimewakan Kepentingan Setya Novanto

Setya Novanto

JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) sangat menyesalkan Bareskrim Mabes Polri yang menangkap Dyan Kemala Arrizqi, atas pencemaran nama baik Setya Novanto.

“Sikap Bareskrim Mabes Polri yang begitu cepat memberikan pelayanan atas Laporan Polisi Setya Novanto dengan melakukan Penangkapan terhadap Dyan Kemala Arrizqi, dan serta merta memberi status tersangka pencemaran nama baik pada Setya Novanto, patut disesalkan terlebih-lebih oleh karena sikap Bareskrim Polri ini merupakan tindakan berlebihan bahkan mengistimewakan kepentingan Setya Novanto,” kata Petrus.

Padalah, jelas Petrus, ekspresi yang digambarkan dalam meme yang menyebar di media sosial adalah gambaran kekecewaan publik atas perlakuan “istimewa” institusi Penegak Hukum pada Setya Novanto.

“Bukan lagi rahasia kalau publik ketahui bahwa, Setya Novanto adalah sosok yang sering ‘bermasalah’ dengan hukum, tetapi sesering itu pula Setya Novanto selalu lepas dari jerat hukum,” ujarnya.

Bahkan, tambah dia, ketika dirinya sudah ditetapkan jadi tersangka KPK pun, Novanto berhasil lepas dari jerat hukum.

“Inilah yag dinamakan hukum belum bisa berlaku adil dan belum bisa memperlakukan setiap orang sama di hadapan hukum. Polri telah memperlakukan sangat istimewa terhadap kepentingan demi perjuangan harga diri seorang Setya Novanto,” tuturnya.

Petrus menambahkan, masyarakat sangat paham, dunia informasi juga paham bahwa Meme adalah bagian inheren dari perkembangan dunia digital dan media sosial yang tidak semuanya bisa dianggap sebagai kejahatan pencemaran nama baik, apalagi Meme yang terkait Setya Novanto bertujuan memberikan kritik sebagi kontril sosial masyarakat melalui Meme.

“Ini kreatifitas yang sangat maju yang menuntut Polri harus berpikir maju dan moderen. Polri harus tinggalkan cara berpikir konvensional ketika berhadapan dengan teknologi informasi yang semakin canggih. Apalagi di dalam Meme dimaksud bermuatan kritik untuk perbaikan penegakan hukum dan perbaikan terhadap perilaku pejabat,” kata dia.

Dikatakannya, jika Polisi terlampau aktif menindak kreativitas dalam bentuk kritik semacam itu, sementara kritik itu sendiri bagian dari hak dan kewajiban masyarakat dalam membantu Penegak Hukum memperbaiki proses penegakan hukum , lantas dijadikan sebagai sebuah tindakan kriminal, maka Polisi akan kehabisan energi hanya untuk mengurus jutaan meme yang selalu berseliweran di media sosial.

“Sebagai tokoh publik, Setya Novanto seharusnya sadar dengan risiko berbagai tindakan dan prilakunya, yang selalu potensial diawasi dan dikritik oleh masyarakat dengan berbagai cara. Kritik sosial masyarakat melalui media sosial dalam bentuk Meme tidak boleh dikekang atau dibatasi dengan memperalat hukum dan wewenang Polri atas nama pencemaran nama baik”.

Di pihak lain, jelas dia, Kebebasan berekspresi harus dijunjung tinggi untuk kebaikan dan perbaikan peilaku masyarakat demi bangsa ini.

“Ini bagian dari upaya positif masyarakat dalam revolusi mental. Pemidanaan atas kasus-kasus defamasi seharusnya merupakan upaya hukum terakhir (ultimum remedium) dengan memberikan kesempatan para pihak untuk melakukan klarifikasi. Penerapan delik pencemaran dengan cara membabi buta menerapkan pasal-pasal dalam UU ITE adalah tindakan sia-sia, bahkan berpotensi menyeret Polri dalam sikap yang kontraproduktif,” pungkas Advokat Peradi ini.

Menurut Petrus, sebaiknya Polisi fokus pada kasus-kasus yang memiliki kualitas kejahatan kokoh, seperti kasus e-KTP yang saat ini menyeret nama Setya yang katanya tokoh, sehingga tindakan penegakan hukum memperoleh legitimasi publik dan kepercayaan publik yang tiggi, bukan dengan cara membungkam orang-orang yang mengkritik secara kreatif dan memanjakan laporan-laporan para elit politik termasuk memanjakan Laporan Polisi untuk dan atas nama kepentingan Setya Novanto.

“Kritik melalui Meme terkait Setya Novanto harus dipandang sebagai bagian dari partisipasi masyarakat terhadap Penegakan Hukum khususnya pemberantasan korupsi, sehingga dengan demikian Bareskrim Polri sebaiknya hentikan penyidikan atas Laporan Polisi Setya Novanto dan batalkan status Tersangka atas nama Dian Kemalla Arrizqi,” tutupnya.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password