breaking news New

Pilkada Matim : Wili Nurdin Fit and Proper Test di PKB

Wilibrodus Nurdin Bolong, bakal calon Bupati Kabupaten Manggarai Timur (Matim) menghadiri undangan fit and proper test yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Jumat 3 November 2017.

Jakarta, Kabarnusantara.net – Wilibrodus Nurdin Bolong, bakal calon Bupati Kabupaten Manggarai Timur (Matim) menghadiri undangan fit and proper test yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Jumat 3 November 2017.

Beliau mempresentasikan gagasannya tentang konsep pembangunan Matim di hadapan Tim Penguji bertempat di Sekretariat DPP PKB, Jalan Raden Saleh Jakarta Pusat. Tahapan ini diselenggarakan menjelang Pemilihan Kepala Daerah serentak tahun 2018.

Pada pemilihan kepala daerah Matim tahun 2013 lalu, PKB menjadi salah satu partai yang tergabung dalam koalisi mendukung Wili bersama dengan PDI-P, Hanura dan PKS. Kala itu dirinya berpasangan dengan Tarsi Sjukur yang juga kader Partai Kebangkitan Bangsa. Pasangan ini memperoleh suara signifikan yakni 41.782 suara atau 31,69 persen dan sekaligus menjadi pemenang kedua pada Pilkada Matim 2013.

Kepada kabarnusantara.net Willi memuji sikap profesionalitas PKB yang mengundang dirinya sekaligus memberinya ruang untuk menyampaikan gagasan terkait pembangunan Matim.

“ Secara umum, saya mengapresiasi undangan PKB kepada saya untuk mengikuti fit and proper test. Ini bukti komitmen PKB serius dalam mencari figur pemimpin ideal untuk membangun daerah. Tahapan ini penting untuk dilakukan oleh partai sebelum mengusulkan calon, agar mereka yang didukung betul-betul memiliki kemampuan dan membawa visi kerakyatan” tuturnya

Matim Bergerak
Wili mempresentasikan ide Matim BERGERAK dihadapan Tim Penguji PKB. Konsep pembangunannya berangkat dari kesadaran akan pentingnya mewujudkan pembangunan yang Berkelanjutan, Berkeadilan, Terencana, Kreatif, Anti-Korupsi, dan Pro-Rakyat (BERGERAK) di Manggarai Timur. Ide tersebut, menurutnya menjadi jalan keluar mengatasi berbagai persoalan pembangunan di Matim. Dirinya menyoroti realitas pembangunan Matim yang jauh dari semangat ‘good Governance’, penuh praktik Korupsi, tidak berimbang dan kurang perencanaan matang.

Secara khusus dalam pemaparannya Wili menambahkan ide Pembangunan dan penataan Kota Borong ibukota kabupaten Manggarai Timur, menjadi kota tujuan dan kota transit masyarakat khususnya wisatawan. Pembangunan fasilitas umum penunjang mutlak harus dilakukan agar orang-orang menikmati setiap momen kunjungannya ke Borong.

“Saya termotivasi untuk memikirkan cara membawa Matim menuju perubahan. Itu dapat diwujudkan dengan strategi pembangunan yang betul-betul terencana, bebas korupsi, berwawasan lingkungan, berkeadilan, sesuai kebutuhan, dan yang paling penting ialah menggunakan model pendekatan budaya sesuai kearifan lokal masyarakat. Oleh karena itu pemerintah tidak boleh sewenang-wenang kepada masyarakat” jelasnya

“Pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama. Jalan mempermudah dan mempercepat arus perubahan dan proses pembangunan. Jadi tidak perlu menghabiskan waktu memperdebatkan status jalan provinsi, jalan kabupaten atau jalan Negara. Tugas utama pemerintah ialah memastikan pelaksanaan pembangunan jalan itu sesuai aturan, tepat sasaran dan menjawabi kebutuhan msyarakat. Kedepan Manggarai Timur harus lepas dari model pembangunan diskriminatif karena pengaruh perseteruan politik. Intinya Negara harus sungguh-sungguh hadir” Ungkap Willi.

Wili yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Matim bukan wajah baru di kancah politik Manggarai Raya. Bergabung bersama PDI-Perjuangan sejak usia muda dan aktif di masyarakat, membuatnya dipercayakan sebagai Wakil Rakyat selama tiga periode sejak 1999 sampai 2014. Ia pernah menjadi Wakil Rakyat di Manggarai dan Manggarai Timur. Ia termasuk tokoh yang memperjuangkan pemekaran Kabupaten Manggarai Timur.

Dirinya pernah meraih penghargaan Asean Development Golden Award di Jakarta pada 2002 atas kiprahnya mendukung gagasan pembangunan Asean. Selain itu, beliau pernah menerima penghargaan dari partainya pada tahun 2004 atas prestasinya menjalankan tugas kepartaian dengan baik. Kemudian pada tahun 2007 kembali menerima penghargaan yang sama dalam Rapat Kordinasi Nasional Partai PDI-Perjuangan di Jakarta.

Wili boleh dibilang tokoh dari kalangan politisi murni yang berani mencalonkan diri sebagai kepala daerah Manggarai Timur pada 2013 lalu. Meski Paketnya saat itu hanya menjadi pemenang kedua dengan selisih suara tipis, pada Pilkada 2018 mendatang ia akan kembali berjuang mewujudkan perubahan di Kabupaten Manggarai Timur. (KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password