breaking news New

Kasus e-KTP, Petrus Minta KPK Bongkar Dinasti Korupsi Setnov

Setya Novanto (Setnov)

JAKARTA – Petrus Selestinus menilai keterangan Saksi DENIARTO SUARTONO, mantan Direktur Utama PT. MUKARABI, telah mengungkap fakta baru, berupa membongkar keterlibatan Dinasti Setya Novanto (Istri, anak, keponakan) dalam keikutsertaannya sebagai peserta lelang proyek pengadaan e-KTP yang nilainya Rp. 5,9 triliun.

Menurutnya Petrus, keterangan saksi yang diberikan di bawah sumpah itu telah menambah kekuatan bukti untuk menjerat pihal lain Cq. dinasti SETYA NOVANTO dalam kasus korupsi e-KTP.

“KPK wajib kembangkan penyelidikan dan penyidikan dalam suatu perkara tersendiri, khususnya terhadap beberapa nama yang disebut sebagai pemegang saham fiktif, jumlah modal yang fiktif dan bahkan perusahaannya juga fiktif,” ungkapnya.

Apalagi, kata Petrus, Saksi DENIARTO SUARTONO telah mengungkap bahwa niat didirikannya PT. MUKARABI adalah untuk ikutserta sebagai peserta lelang proyek e-KTP.

Dikatakannya, KPK harus menggali keikutsertaan PT. MUKARABI yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh PT. MONDIALINDO GRAHA PERDANA, dimana saham-sahamnya dimiliki oleh putra Setya Novanto, REZA HERWINDO dan Istri Setya Novanto DEISTI ASTRIANI.

“Apakah terdapat peran dominan dari SETYA NOVANTO yang membawa dinastinya untuk terlibat dalam pembuatan Perusahaan Keluarga dengan saham fiktif dalam PT. MONDIALINDO GRAHA PERDANA, masing-masing adalah putra Setya Novanto, REZA HERWINDO dan Istri Setya Novanto, DEISTI ASTRIANI, sedangkan saham PT. MUKARABI adalah milik putri Setya Novanto, DWINA MICHAELA, dan keponakan Setya Novanto, IRVANTO HENDRA PAMBUDI yang diangkat sebagai Direktur PT. MUKARABI,” ujar Koordinator TPDI ini.

Oleh karena itu, tambah dia, sangat beralasan hukum bagi KPK untuk tidak hanya berusaha untuk menjerat SETYA NOVANTO untuk meminta pertanggungjawaban pidana dalam kasus dugaan korupsi e-KTP, akan tetapi seluruh dinasti SETYA NOVANTO yang diduga ikut serta menikmati uang hasil korupsi proyek e-KTP, seperti Putra Setya Novanto REZA HERWINDO, Istri Setya Novanto DEISTI ASTRIANI, putri Setya Novanto DWINA MICHAELA, dan keponakan Setya Novanto IRVANTO HENDRA PAMBUDI bahkan SETYA NOVANTO sendiri harus ditempatkan sebagai pelaku turut serta berdasarkan pasal 55 KUHP, karena Perusahaan/Korporasinya berperan aktif sebagai peserta lelang proyek e-KTP, meskipun dalam keadaan saham fiktif dan modal fktif tetapi diduga merugikan negara tidak kurang dari Rp. 2,4 triliun.

Ia mengatakan, menurut Mantan Direktur Utama PT. MUKARABI Sejahtera DENIARTO SUARTONO, yang menerangkan sebagai saksi untuk Terdakwa Andi Narogong dibawah sumpah, bahwa perusahaan PT. MUKARABI yang dipimpinnya itu adalah fiktif, karena memang didirikan khusus untuk menjadi peserta lelang proyek e-KTP, kemudian ikut menjadi peserta lelang proyek e-KTP walaupun saham dan modalnya fiktif.

“Bagaimana hal ini bisa terjadi, padahal proyek yang hendak dilelang itu adalah proyek negara yang nilainya Rp. 5, 9 triliun, sementara perusahaan yang menjadi peserta lelang proyek saham dan juga modalnya yang disebutkan Rp. 20 miliar itupun juga fiktif. Oleh karena itu peran Sdr. DENIARTO SUARTONO, selaku Dirut PT. MUKARABI, merupakan saksi kunci yang bisa mengingkap keterlibatan dinasti SETYA NOVANTO dalam dugaan korupsi proyek e-KTP,” tutur Advokat Peradi ini.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password