breaking news New

Dokter Letty Ditembak 6 Kali Hingga Tewas, Ini Penjelasan Ahli Forensik

Jakarta – Dokter Letty Sultri (46) tewas bersimbah darah setelah ditembak suaminya dr Ryan Helmi hingga 6 kali. Menembak hingga 6 kali apakah Helmi dendam lantaran digugat cerai oleh Letty?

Seperti diulas detikNews, Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menyebut pelaku kejahatan akan memilih modus yang paling efisien dan aman menurut pelaku tersebut. Setelah itu, Reza mengatakan pelaku tersebut akan menghindari proses hukum sebagai misi kedua.

“Pelaku kejahatan yang rasional akan memilih modus yang paling efisien sekaligus aman. Toh setelah beraksi, dia masih menjalankan misi kedua, yakni menghindari proses hukum,” kata Reza, Kamis (9/11/2017).

Melihat aksi keji Helmi, Reza pun mempertanyakan rasionalitas Helmi yang melakukan penembakan hingga beberapa kali. Apalagi penembakan tersebut dilakukan di depan banyak saksi.

“Itu kita jadikan sebagai dasar untuk menakar rasionalitas pelaku penembakan di Cawang. Untuk apa dia sampai keluarkan sekian banyak peluru, padahal satu saja sudah cukup, malah (jadi) banyak barang bukti. Untuk apa pula dilakukan di hadapan orang banyak, malah banyak saksi,” ujarnya.

Reza menyebut tindakan keji itu dilakukan dalam kondisi emosi. Ada rasa frustasi dan sakit hati yang mengarah pada dendam dalam perbuatan itu.

“Karena sepertinya rasionalitas pelaku saat beraksi tidak sedang optimal, maka spekulatif dia berada dalam kondisi sangat emosional. Amarah, kebencian, sakit hati, frustrasi, semacam itulah,” sebut Reza.

“Kita kesampingkan kemungkinan pelaku tidak waras, kesurupan, atau pun mengonsumsi zat-zat kimia yang mengganggu kesadaran,” sambungnya.

Reza mengatakan dalam setiap aksi kejahatan dirinya selalu mengasumsikan bahwa pelaku berada dalam kondisi sehat secara rohani. Hal itu dikatakan Reza menjadi satu-satunya opsi agar pelaku bisa dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

“Dalam setiap aksi kejahatan, saya selalu semaksimal mungkin memakai asumsi bahwa pelaku waras. Itu satu-satunya opsi agar pelaku bisa dimintai pertanggungjawaban secara hukum,” tuturnya.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password