breaking news New

Ranjang Haram

Foto: Ilustrasi

Si kumis semakin tak tahu diri


Ranjang memanggil pulang
Tumpukan pikiran rindu bersetubuh
Di atas ranjang berbau tinta, semuanya serba telanjang dan kotor
Ingin srgera berpagut mesrah
Melepas klimaks yang seharian terpendam
Untuk kesekian kalinya, mereka akan klimaks di tempat ini

Tangan lelaki berkumis gemetar,
Meraba pelan, menyingkap persembunyian
Mata sayu itu kadang gagap menembus cele-cela tak beraturan
Tubuhnya ikut menggelinjing kerepotan
Hati berkeping-keping, lalu membenci diri

Tangan nakalnya menjadi-jadi,
Sang istri memanggil
Mengemis hasrat di sisa nafsunya
Lelaki berkumis tampak membuang sinis
Ia kini benci dengan ranjang yang penuh kenikmatan

Sesekali kepalanya sendiri dielus-elus,
Seorang bayi nakal di keranjang mengintip dengan tangis
Mereka tetap bersetubuh mesrah, bercumbu malas tau
Si kumis semakin tak tahu diri

Beberapa waktu kemudian, seorang anak haram lahir
Tumbuh subur dan menjadi ayah bagi yang lain
Melukis dirinya sebagai bukan manusia
Bermesrah-mesrah di atas ranjang yang wangi
Ranjang yang setiap waktu disemprot parfum mewah

Di balik batu nissan ayahnya bergumam,
Tentang ranjang itu

By : Servasius S. Jemorang

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password