Sudahkah Kita Siap Menyambut Ramadhan?

Kastra.co – Tidak terasa, begitu cepat waktu berlalu. Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan 1439 H. Kita mesti bersyukur masih diberi umur yang panjang, karena tidak sedikit diantara kita, yang tidak bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun ini.

Sebelum memasuki bulan Ramadhan, paling tidak kita memiliki kesiapan-kesiapan, agar mental, jiwa, dan ruhani kita, benar- benar siap menyambut bulan agung ini dengan penuh suka cita.

Setidaknya, ada beberapa hal yang mesti kita siapkan dalam menyambut bulan Ramadhan.

Pertama, Persiapan Ruhiyah (Iman). Jika kita memperhatikan dengan cermat Firman Allah terkait ibadah puasa, maka kita akan bertemu dengan seruan Allah. “Hai orang orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa ….”. Yang diwajibkan Allah untuk berpuasa menurut ayat diatas adalah orang beriman.

Iman tentu dalam pengertian, meyakini eksistensi Allah sebagai Tuhan yang berhak untuk disembah, serta memahami segala konsekuensi atas perintah Allah itu, termasuk dalam menjalankan Ibadah puasa Ramadhan.

Karenanya, Iman harus dikondisikan sedemikian rupa, sehingga ruhiyah (iman), akan menyatu dengan berbagai aktivitas Ibadah selama bulan suci Ramadhan. Dengan demikian, kita bisa ikhlas dan penuh tawadhu dalam beribadah, dengan mengharapkan ridho Allah.

Persiapan Iman, bisa dilakukan dengan banyak cara. Mulai dari merutinkan tilawah (membaca) Al-Qur’an, Qiyamullail (shalat malam), dan berbagai aktivitas keagamaan lainnya, guna menunjang kualitas iman dalam menyambut bulan Ramadhan.

Kedua, Persiapan Jasadiyah (Fisik). Pelaksanaan ibadah akan baik apabila ditunjang dengan fisik yang sehat. Sebaliknya, kualitas dan kuantitas ibadah akan menurun manakala kondisi fisik tidak fit.

Karenanya, menjaga kesehatan menjadi salah satu barometer kualitas dan kuantitas ibadah selama bulan Ramadhan. Ibadah puasa memang tidak ada hubungannya dengan fisik seperti ibadah Haji, namun realitasnya, ibadah ini erat kaitannya dengan kondisi fisik.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar fisik tetap sehat, mulai dari makan, minum teratur, olahraga teratur, hingga istirahat teratur.

Ketiga, Persiapan Maaliyah (Harta). Harta memang bukan segala-galanya dalam beribadah. Tapi dengan harta, bisa melakukan banyak hal, untuk menunjang ibadah kita kepada Allah.

Yang dimaksud dengan persiapan harta adalah, menyisihkan harta untuk bersedekah, infak dan berzakat, karena ganjaran pahala yang diterima akan berlipat ganda, ketika bersedekah, infak dan berzakat di bulan Ramadhan.

Keempat, Persiapan Tsaqofiyah (Ilmu), dengan ilmu kita bisa memahami banyak hal. Termasuk syarat, rukun dan wajibnya suatu ibadah. Landasan pengetahun menjadi penting, dalam memahami segala hal yang berkaitan dengan ibadah puasa.

Dengan pengetahuan itu pula, kita bisa mengetahui hal-hal yang dianjurkan, serta hal-hal yang di larang Allah selama pelaksanaan ibadah puasa.

Di antara cara yang bisa dilakukan, untuk menambah wawasan pengetahuan tentang puasa adalah, dengan membuka kembali referensi-referensi yang erat kaitannya dengan ibadah puasa. (KS)

Oleh: Sumardi
Labuan Bajo | Manggarai Barat NTT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here