Pengamat Hukum Sebut Rusuh di Mako Brimob Bukan Semata Masalah Makanan

Kastra.co – Kejadian luar biasa di Mako Brimob yaitu kerusuhan dan tindakan 155 tahanan tindak pidana teroris melakukan pembunuhan dan penyanderaan bukan semata hanya persoalan teknis makanan saja.

Hal ini diungkapkan Azmi Syahputra, Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha), Kamis (10/5).

Menurut Azmi, insiden ini perlu mendapat perhatian, penyidik harus meneliti dan mengungkap lebih komprehensif agar ditemukan masalah utamanya.

Tindakan para tahanan yang sampai 36 jam melakukan penyanderaan merupakan bentuk kesengajaan dan sudah ada persiapan untuk melihat keadaan dan waktu yang tepat.

“Pelaku sangat tahu kondisi dan sudah tahu apa resiko dan konsekuensi dari apa yang mereka perbuat, sampai menimbulkan korban bagi petugas kepolisian yang harus meninggal dunia jadi pelaku menyadari resiko terburuk dari apa yg dilakukannya,” ujar Azmi.

Azmi menambahkan, dari kejadian dan tindakan yang diperbuat tersebut terlihat para pelaku masih mengganggap bahwa perbuatannya atau tindakan sebagai pelaku teroris adalah benar. Dan menganggap simbol “polisi” adalah musuh bagi pelaku. Ini yang jadi bagian masalah.

Selanjutnya, menurut Azmi masalah lain adalah pembinaan dan penempatan napi ini juga menjadi masalah utama. Kementrian Hukum dan HAM harus memiliki formulasi yang berbeda untuk melakukan pembinaan bagi tahanan atau napi teroris.

”Penempatan tahanan di Mako Brimob tidak efektif dan pembinaan napi masih belum maksimal. Karena para napi belum memiliki kesadaran atau rasa bersalah atas perbuatan yang dilakukannya. Di sini perlu polesan sentuhan kemanusiaan ,dan tentunya wujud perlindungan hak asasi itu teroperasional agar pelaku merasa masih ada kesempatan dan manfaat dalam hidupnya serta dapat sadar,” ujar Azmi.

Dia pun menghimbau Dirjen Lapas harus bergerak cepat dan kembali pada tupoksi sebenarnya untuk melakukan pembinaaan kepada para napi bukan mengalihkan atau menempatkan para napi dengan karakteristik khusus ini kepada pihak kepolisian. (KS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here