[Opini]: Guru Dalam Upaya Mengembangkan Kreativitas Siswa

Oleh: Gode Aufridus Bombang

Kehidupan manusia merupakan serangkaian perubahan. Tiada yang statis di dunia ini selain perubahan, seperti perubahan lingkungan, perubahan alat dan prosedur kerja, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sebagainya. Perubahan-perubahan ini bagaimana pun harus diantisipasi, harus dihadapi karena cepat atau lambat pasti akan terjadi.

Persoalannya, manusia karena keterbatasannya sering menghadapi ketidakpastian sejauh mana akan berubah sehingga masa depan pun menjadi tidak pasti dan sulit diramalkan.

Untuk menghadapi dunia yang selalu berubah, manusia perlu dibekali seperangkat kesiapan untuk cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Juga perlu dibekali agar kelak mampu mempengaruhi perubahan tersebut secara positif. Dalam kaitan dengan itu, maka siswa perlu dididik untuk bersikap kreatif.

Kreatif atau kreativitas yang dimaksud adalah suatu pola berpikir atau ide yang timbul secara spontan dan imaginatif dari individu yang mencirikan hasil penemuan ilmiah dan penciptaan secara mekanik. Ia harus menghasilkan sesuatu yang baru, baik baru sama sekali bagi dunia ilmiah, tapi setidaknya baru bagi individu itu sendiri. Individu yang kreatif akan dapat dilihat dari sikapnya yang selalu ingin tahu, terbuka terhadap pengalaman baru, panjang akal, ingin meneliti dan suka bekerja keras, aktif serta berpikir fleksibel. Untuk menciptakan sosok siswa seperti ini maka peran guru sangat menentukan.

Unsur yang paling mendasar dalam pendidikan adalah agar manusia dapat mengenal dirinya. Ia harus menyadari bahwa ia adalah manusia, subjek dan bukannya objek. Pendidikan harus membuat orang sadar bahwa dia sendirilah yang menentukan masa depannya. Dalam hal ini peran guru tidak lebih sekadar pendukung, pembimbing, pengarah siswa agar berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Agar Guru dapat membantu siswa mencapai perkembangan yang sesuai dengan kemampuannya, maka dalam proses pembelajaran guru perlu memperhatikan beberapa hal. Pertama, relasi yang baik dan harmonis antara guru dan siswa. Kedua, penggunaan metode pembelajaran secara tepat, karena bagaimana pun cara penyajian guru sangat menentukan kreativitas siswa. Dalam hal ini pembelajaran bukan sekadar pengalihan pengetahuan tetapi terutama membekali siswa dengan seperangkat kesiapan agar menjadi pribadi yang kreatif dan dewasa baik dalam hal intelektual maupun spiritual sehingga mampu melakukan perubahan secara positif. Guru harus mampu membantu siswa menjadi subjek atas perubahan yang ada.

Untuk maksud itu, siswa harus diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk belajar dengan cara berbuat (learning by doing), menunjukkan kreativitas dan keaktifannya, mendiskusikan berbagai hal baik yang sederhana maupun rumit sehingga merangsang proses berpikirnya. Dalam hal ini pembelajaran yang diberikan guru harus diarahkan untuk membantu siswa agar dapat belajar, belajar mencari dan menemukan kebenaran secara mandiri.

Dalam rangka mengembangkan kreativitas siswa ini, maka dalam proses pembelajaran sebaiknya dikembangkan sikap-sikap berikut. Pertama, rasa ingin tahu yang tiada henti-hentinya, berkaitan dengan itu maka budaya bertanya perlu didorong dan bukannya dimatikan. Siswa yang aktif bertanya perlu diberi rangsangan atau penghargaan seperti bonus nilai misalnya. Berpikir logis dan rasional harus dibiasakan, alihkan siswa dari berpikir mistis atau pasrah pada alam dan nasib.

Kedua, menghasilkan yang terbaik dan menjadi yang terbaik harus dijadikan sasaran pembelajaran. Berkaitan dengan ini maka kebiasaan untuk tidak menonjol, berada di bagian tengah merupakan posisi yang terbaik harus ditinggalkan. Semangat bersaing menjadi yang terbaik harus terus digelorakan. Jangan mau gampang kalah atau menyerah.

Ketiga, jangan pernah membiasakan menoleril sikap cari gampang. Sikap sportif untuk mengakui kelebihan dan keunggulan orang lain harus terus dikembangkan. Selain itu, menghargai kerja keras dan tidak memandang rendah kerja kasar.

Agar guru dapat mengembangkan kreativitas siswa seperti ini maka guru harus memiliki beberapa hal, antara lain: (1) mengerti benar fungsi dan tujuan belajar, (2) mengenal setiap siswanya secara pribadi tidak sebatas sebagai massa, (3) menyelenggarakan pembelajaran baik secara klasikal, kelompok bahkan bila perlu individu, (4) harus mampu merangsang siswa untuk berpikir kritis (bukan hanya menghafal) dan belajar memecahkan masalah, (5) harus mampu memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah utk kegiatan pembelajaran, dan (6) harus memberi umpan balik yang baik dan memadai agar siswa semakin terdorong dalam kegiatan belajarnya.

Hal ini menunjukkan pengembangan kreativitas siswa perlu menjadi perhatian. Siswa yang kreatif akan lebih mudah mengantisipasi pelbagai perubahan yang terjadi dan mampu menyesuaikan diri. Bahkan mampu menpengaruhi perubahan secara positif.

Penulis Adalah Aktivis Pendidikan, Tinggal di Yogyakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here