50 Pasang Calon Pasutri di Cewonikit Ikuti Kursus Persiapan Perkawinan

Ruteng, Kastra.co – Kursus Persiapan Perkawinan itu ‘penting’ dalam keluarga Katolik. Kursus perkawinan memberi kepada muda-mudi bekal dalam hidup keluarga katolik.

Hal ini diungkapkan RD Servulus Juanda, pastor Paroki Cewonikit di hadapan 50 calon pasangan pengantin Katolik wilayah Keuskupan Ruteng, Selasa (29/5).

“Keluarga perlu dipersiapkan pengertian mengenai martabat perkawinan (keluarga) harus jelas bagi muda-mudi, mengingat makin maraknya pengaruh-pengaruh negatif di masyarakat yang mengaburkan pandangan mengenai martabat perkawinan,” ungkap RD Servulus.

Untuk diketahui, KPPK di Paroki Cewonikit tahun 2018 diikuti 100 orang muda mudi setara dengan 50 pasang pengantin yang rencana pernikahan pada tahun 2018.

Periode kursus ini dilaksanakan selama tiga hari yaitu dari 29 sampai dengan 31 Mei 2018 bertempat di aula Paroki St. Vitalis Cewonikit Keuskupan Ruteng.

Mengenal KPPK 

KPPK adalah singkatan dari Kursus Persiapan Perkawinan Katolik. KPPK memberi kepada muda-mudi bekal dalam hidup keluarga katolik. KPPK menambah wawasan dan pengetahuan muda-mudi mengenai perkawinan dan hidup berkeluarga dari sudut pandang teologi, psikologi, moral, seksualitas, kesehatan, ekonomi, gender, dll. KPPK memberi pegangan bagi muda-mudi untuk mengambil tindakan dan mengatur hidupnya sendiri menurut azas moral kristiani.

Dalam kehidupan sehari-hari, untuk banyak urusan menyangkut hidup, masyarakat memerlukan kursus. Hidup berkeluarga adalah persoalan penting dan mendasar dan karena itu masyarakat memerlukan bantuan berupa kursus persiapan itu. Kursus Persiapan Perkawinan memberikan harapan tercapainya keluarga yang baik, bagi Gereja dan masyarakat.

Beberapa keluarga mengalami kesulitan yang disebabkan kurangnya persiapan dalam perkawinan. Banyak calon pengantin tergesa-gesa menikah tanpa bimbingan yang memadai. Perkawinan bukan hanya urusan perorangan melainkan urusan masyarakat (sosial) dan Gereja.

Keluarga yang baik perlu dipersiapkan lama, sebab keluarga yang baik menjadi faktor utama keselamatan/kesejahteraan pribadi, masyarakat dean Gereja.

Pengertian mengenai martabat perkawinan dan hidup berkeluarga harus jelas bagi muda-mudi, terlebih di era globalisasi yang diwarnai oleh media masa (TV, radio, majalah, internet, dsb) yang kuat pengaruhnya. (Willy Garsias/CBN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here