Jaksa Penuntut Sebut Siti Aisyah Bisa Dikenai Dakwaan Lagi Jika ada Bukti Baru

JakartaKabarnusantara.net – Pengadilan Tinggi Shah Alam Malaysia baru saja membebaskan Siti Aisyah dari dakwaan pembunuhan Kim Jong-Nam, Senin (11/3), padahal Siti Aisyah adalah salah satu tersangka utama. Terus bagaimanakah kelanjutan kasus pembunuhan Kim Jong-Nam?

Dilansir Vancouver Sun, Senin, (11/3) Jaksa penuntut Iskandar Ahmad mengatakan Aisyah bisa dikenai dakwaan lagi jika ada bukti baru meski tidak ada rencana untuk itu saat ini.

Menurut Jaksa Iskandar, iya sangat terkejut mendengar Aisyah bebas dari tuduhan. “Saya terkejut, pikiran saya kosong,” kata dia

Terkait kelanjutan kasus Kim Jong-Nam, salah satu tersangka yang masih tersisa Doan Thi Huong masih akan menjalani persidangan pada Kamis pekan ini.

Tujuh Orang Terduga Pembunuhan Kim Jong-Nam

Dilansir Media South China Morning Post, Pengadilan Tinggi di Malaysia sempat menyatakan bahwa ada cukup bukti yang menunjukkan Aisyah, Huong, dan keempat warga Korea Utara yang menghilang terlibat dalam sebuah konspirasi terencana untuk membunuh Kim Jong-nam.

Keempat warga Korea Utara yang melarikan diri lewat bandara pagi itu adalah Ri Ji-hyon, 33 tahun, Hong Song-ha, 34 tahun, O Jong-gil, 55 tahun, dan Ri Jae-nam, 57 tahun. Mereka kembali ke Pyongyang lewat penerbangan transit di Jakarta, Dubai, dan Vladivostok, pada 17 Februari 2017.

Keempat orang ini diduga terlibat dalam merekrut Aisyah dan Huong untuk menyiramkan racun ke wajah Kim Jong-nam, yang sedang dalam perjalanan untuk pulang ke Makau.

Dilansir media Malay Mail anggota parlemen dari Korea Selatan menuding para pelaku merupakan orang suruhan dari rezim Kim Jong- Un. Ini karena Kim Jong-nam bersikap kritis terhadap pemerintahannya. Pyongyang membantah terlibat dalam kasus ini.

Polisi Malaysia pun sempat mengeluarkan pernyataan bahwa keempat orang yang diduga pelaku pembunuhan Kim Jong-nam dikendalikan oleh seorang diplomat Korea Utara bernama Hyon Kwang Song, 44 tahun.

“Diplomat ini tertangkap kamera CCTV di Bandara Internasional Kuala Lumpur mengirim pulangempat terduga warga Korea Utara,” kata seorang pejabat polisi Malaysia seperti dilansir Channel News Asia, 23 Februari 2017.

Menurut polisi Malaysia Hyon Kwang Song berada di bandara bersama seorang staf maskapai Korea Utara, Air Koryo, saat peristiwa pembunuhan Kim Jong-nam pada Senin, 13 Februari 2017. Staf maskapai itu bernama Kim Uk II, 37 tahun.(CBN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here