Jokowi: Strategi Nasional Pencegahan Korupsi Harus Dijalankan

JakartaKabarnusantara.net – Presiden Joko Widodo mengapresiasi gerakan cepat seluruh Tim Pencegahan Korupsi Nasional untuk mendukung Strategi Nasional (Stranas).

Hal ini diungkapkan Presiden saat memberikan sambutan acara Penyerahan Dokumen Tindakan Pencegahan Korupsi Tahun 2019-2020 dan Laporan Pelaksanaan Strategi Pencegahan Korupsi Tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta, Rabu, (13/3).

Menurut Presiden Strategi Nasional Pencegahan Korupsi ini harus terus dijalankan tanpa pandang bulu.

“Perpres strategi itu hanya akan menjadi dokumen yang berdebu, jika kita tidak melaksanakannya,” kata Presiden.

Strategi Nasional Pencegahan Korupsi sendiri menentang pada tiga hal, pertama perizinan dan tata niaga, kedua keuangan negara, dan ketiga penegakan hukum dan reformasi birokrasi. Menurut Presiden, perlu ini sudah ada beberapa peningkatan yang signifikan dalam tiga hal tersebut.

“Untuk perizinan dan tata niaga ada Pengajuan Tunggal Online (OSS) dan kebijakan satu peta. Untuk keuangan negara ada perencanaan penganggaran. Tapi sebelumnya yang disampaikan oleh Ketua KPK juga betul, e-perencanaan , e-anggaran , belum semuanya tersistem dalam satu aplikasi platform . Dan untuk penegakan hukum dan reformasi birokrasi ada penguatan penegakan hukum dan pemberantasan mafia peradilan,” jelas Presiden.

Presiden menyetujui agar apa yang telah dituangkan dalam aksi pencegahan korupsi segera dilaksanakan dan tidak hanya dibaca. Ia juga mengimbau agar semua pihak bekerja sama, berkolaborasi, dan tidak menjalankan sendiri-sendiri karena di dalam Perpres Stranas Pencegahan Korupsi terkandung semangat untuk bersama-sama membuat Indonesia bebas dari korupsi.

“Semua dilakukan bersama-sama, berkolaborasi, jangan lagi ada ego-ego kementerian, ego-ego sektoral, karena rakyat sudah tidak sabar menunggu, tidak sabar melihat, dan ingin merasakan Indonesia yang bebas dari korupsi,” ungkap Presiden. (CBN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here