Senator NTT Minta Pelaku Penjualan Komodo Diberi Sanksi Tegas

Kabarnusantara.net – Anggota DPD RI dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyesalkan kasus jual beli komodo (veranus komodoensis) dengan harga per ekor Rp 500 juta. Kasus ini diungkap oleh Polda Jatim ketika hendak dikirim ke luar negeri.

“Sangat disesalkan Pengelola Taman Nasional Komodo tidak sigap ketika Komodo diperjualbelikan,” ujar Adrianus Garu kepada Kabarnusantara.net, Kamis (28/3/2019).

Hal ini disampaikan menanggapi kasus jual beli komodo yang berhasil digagalkan pengirimannya ke luar negeri oleh Polda Jatim.

Untuk itu, Andrianus Garu meminta pelaku penjualan Komodo diberikan sanksi tegas.

“Mereka harus diberi sanksi yang tegas dan berat,” ujarnya.

Selain itu, Andre juga meminta Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk memberikan sanksi kepada Pengelola Taman Nasional Komodo.

“Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup juga harus beri sanksi berat untuk pengelola TNK di Labuan Bajo,” tegasnya.

Ia menambahkan, Gagasan Pemprov NTT untuk mengelola Taman Nasional Komodo bisa mencegah terjadinya penjualan komodo.

“Apa yang digagas gubernur NTT kita dukung supaya TNK dikelola oleh pemprop sehingga pengawasanya lebih baik,” tutur Andre Garu.

Andre menyebutkan, isu punahnya Komodo hanya pengalihan.

“Isu punahnya komodo hanya pengalihan supaya praktik penjualan komodo tidak terpantau,” katanya.

Andre pun mengapresiasi pihak kepolisian yang berhasil menangkap para pelaku penjualan Komodo tersebut.

“Selaku anggota DPD RI saya sangat mengapresiasi pihak kepolisian yang sdh menangkap para pelaku,” tutupnya.

Diketahui, Dalam konferensi pers yang dilakukan oleh Polda Jatim, menurut pengakuan para tersangka, sudah melakukan aksi jual beli itu selama 2016-2019 dengan jumlah komodo yang dijual mencapai 41 ekor. (CBN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here