Beranda Opini Demokrasi di Persimpangan Jalan

Demokrasi di Persimpangan Jalan

0

Kabarnusantara.net – Musuh terberat demokrasi adalah, reperesif dan otoritarianisme atas nama Negara.

Negara berkewajiban memberikan proteksi kepada demokrasi, dari ancaman yang membahayakan.

Semua instrumen Negara harus mengawal jalanya demokrasi, jangan sampai Indonesia kembali ke masa lalu.

Demokrasi yang ada sekarang, diperoleh dengan perjuangan yang berdarah-darah, hingga merenggut nyawa.

Karenanya, ia mesti dijaga dan dirawat bersama, dari rong-rong orang yang menghendaki bungkamnya kebebasan.

Kebebasan berpendapat, baik lisan maupun tulisan, adalah di antara ciri dan karakter demokrasi.

Regulasi dan kebijakan Negera, mesti berorentasi pada eksistensi demokrasi.

Bukan sebaliknya, melemahkan bahkan melumpuhkan demokrasi.

Rakyat, dan semua instrumen Negara (ekskutif, legislatif dan yudikatif) dan juga pers, harus memastikan demokrasi berjalan dengan baik.

Karena ada upaya sabotasi kebebasan berpendapat, dan kebebasam berserikat.

Otoritarianisme selalu lahir dari pemimpin berpikir kerdil. Ia menggunakan kekuasaanya, untuk membonsai lawan politik.

Demokrasi itu memang bising, yang dibutuhkan dalam kondisi seperti ini adalah, kemampuan pemimpin dalam mengelola lalu lintas ide dan gagasan. (KbN)

Oleh: Sumardi
Humas PKS Manggarai Barat NTT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here