breaking news New

Kemerdekaan Olivia Tijung Telah Direnggut oleh Yayasan Yang Mempekerjakannya

Olivia Tijung (19). (Foto: Ist)
Bagikan

Jakarta, Kabarnusantara.net – Olivia Tijung, Gadis 19 tahun asal Iteng, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai dikabarkan menjadi korban perdagangan manusia atau human tranfficking beberapa hari lalu.

Setelah santer diberitakan media Lokal selama sepekan sebelumnya, Akhirnya pada Senin 27 November 2017 keluarga mengonfirmasi kepada Kabarnusantara.net bahwa Olivia telah kembali ke rumahnya, di Iteng, kecamatan Satarmese.

Menanggapai Kasus Olivia, Petrus Salestinus, Koordinator TPDI dan Advokat Peradi mengecam Yayasan yang diduga mempekerjakan Olivia di Perusahaan Roti dan melarangnya menggunakan HP untuk berkomunikasi dengan dunia luar.

“Yayasan yang diduga mempekerjakan Olivia di Perusahaan Roti dan melarang Olivia menggunakan HP untuk berkomunikasi dengan dunia luar, khususnya dengan orang tua atau kerabatnya, merupakan tindakan yang biadab” karena 3 (tiga) tahun lamanya Olivia diisolasi, dikekang kemerdekaannya di tutup segala akses informasi, jelas merupakan pelanggaran HAM yang sangat merugikan masa depan Olivia”, Ujar Petrus.

Petrus Menduga Yayasan yang mempekerjakan Olivia berada dalam jaringan sindikat Human Trafficking atau setidak-tidaknya Penyalur Tenaga Kerja Wanita yang dioperasikan secara ilegal.

“Patut diduga tetap dalam pengawasan para sindikat yang sudah berhasil mencuci otak Olivia untuk tidak mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya tentang sepak terjang Yayasan yang mempekerjakan Olivia”, Tukas Koordinator TPDI dan Advokat Peradi ini.

Koordinator TPDI dan Advokat Peradi ini meyakini bahwa Olivia tidak sendirian, tetapi masih banyak yang mengalami nasib serupa di Yayasan yang diduga menyalurkan Olivia.

“Masih banyak Olivia lainya di Yayasan itu yang mengalami nasib yang sama dan berada dalam eksploitasi Yayasan yang menyalurkan Olivia ke dalam Pabrik roti yang disebut-sebut sebagai tempat Olivia bekerja”, Lanjutnya.

Menurut petrus menyarankan agara selama di Manggarai, olivia harus dalam perlindungan Kepolisian dan pendampingan Psikolog.

“Selama Olivia di Manggari sebaiknya Olivia harus tetap berada dalam perlindungan Kepolisian dan pendampingan Psikolog, karena dikhawatirkan selama 3 (tiga) tahun berada dalam sindikat Human Trafficking, mereka berhasil mencuci otak Olivia untuk mengunci rapat-rapat kondisi buruk di lingkungan kerjanya, perlakuan tidak adil, pengekangan dan pengeksploitasian atas hak-hak Olivia”, Tambah petrus.

“Kepolisian Manggarai harus jadikan Olivia nara sumber penting untuk mengungkap sindikat Human Trafficking di NTT yang menempati juara 1 di Indonesia. Gubernur NTT sepertinya tidak punya konsep dan tidak punya political will untuk membebaskan anak-anak NTT dari jeratan mafia Human Trafficking yang semakin lama semakin merajalela. NTT seakan-akan Provinsi tanpa pemerintahan, Provinsi tanpa Penegakan Hukum dan Penegak Hukum”, Tutup Petrus. (OWL/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password