FMU PGRI NTT dan PADMA Indonesia Sambangi Kantor KOMNAS HAM dan OMBUDSMAN RI di Jakarta

Forum Mahasiswa Universitas (FMU) PGRI NTT dan Pelayanan Advokasi Untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (PADMA) saat menyambangi kantor Komisi Nasional Hak Asasi (KOMNAS HAM) di Jakarta, 29/11/2017. (Foto: Julius Ju Mone)
Bagikan

Jakarta, Kabarnusantara.net – Forum Mahasiswa Universitas (FMU) PGRI NTT dan Pelayanan Advokasi Untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (PADMA) menyambangi kantor Komisi Nasional Hak Asasi (KOMNAS HAM) dan Kantor OMBUDSMAN di jakarta pada hari rabu 29 November 2017.

Forum yang bermisi menyelamatkan ribuan Mahasiswa dan Alumni di Universitas PGRI tersebut membawa sejumlah alat bukti terkait Polemik PGRI NTT yang kemudian diberikan kepada KOMNAS HAM dan OMBUDSMAN Republik Indonesia.

seperti yang terlampir dalam dokumen yang diperlihatkan kepada Kabarnusantara.net, FMU dan PADMA melaporkan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi terkait keputusanya mencabut ijin Operasional Universitas PGRI NTT.

Koordinator FMU, Petrus Tansius Dedi mengatakan bahwa Keputusan Menteri untuk mencabut Ijin Operasional PGRI NTT telah mencederai Hak ribuan Mahasiswa dalam mendapatkan pendidikan yang layak.

“Pencabutan Ijin Operasional Universitas PGRI NTT telah mencederai Hak ribuan Mahasiswa dalam mendapatkan pendidikan yang layak. begitu banyak Mahasiswa yang terlantar akibat polemik ini”, Ujar Dedi

Sementara itu Ketua PADMA Indinesia, Gabriel Solla menduga, pihak Kemenristek Dikti telah melakukan malaadministrasi di Lingkungan Universitas PGRI NTT yang berdampak pada ketidakjelasan nasib ribuan mahasiswa dan alumni PGRI NTT.

“kami menduga Kemenristek Dikti telah melakukan malaadministrasi di Lingkungan Universitas PGRI NTT sehingga menimbulkan korban yang  banyak begitu di kalangan Mahasiswa dan Alumni”, Ungkap gabriel.

Sementara itu Paulus Gregorius Kune, SH, kepala divisi Hukum PADMA Indonesia, menekankan agar KOMNAS HAM dan OMBUDSMAN RI segera memanggil Menristek Dikti untuk dimintai pertanggungjawabanya atas pengabaian Hak Pendidikan terhadap Mahasiswa dan Alumni Universitas PGRI NTT.

“KOMNAS HAM dan OMBUDSMAN RI harus memanggil Menristek Dikti untuk dimintai pertanggungjawabanya atas pengabaian Hak Pendidikan terhadap Universitas PGRI NTT”, Tukas Paulus. (OWL/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password