TPDI Pertanyakan Kembalinya M. Lukman Jadi Kanit Tipikor Polres Mabar

Bagikan

Jakarta – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus mempertanyakan alasan kembalinya Bripka M. Lukman ke Polres Manggarai Barat dan diberi jabatan strategis sebagai Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi/Kanit Tipikor Polres Manggarai Barat.

Petrus mengatakan, kembalinya Bripka M. Lukman pantas dipertanyakan karena sebelumnya dia pernah bertugas di Mabar lalu dipindahkan ke Polres Flores Timur pada tahun 2014.

“Pertanyaan Masyarakat dan Media atau Pers mengapa Bripka M. Lukman kembali menduduki posisi Kanit Tipikor itu lagi, karena perginya Bripka M. Lukman tinggalkan Polres Manggarai Barat tahun 2014 untuk sebuah penugasan di Polres Flores Timur-pun tanpa ada penjelasan kepada publik, apakah dimutasi akibat perilaku menyimpang dan Laporan Masyarakat mengenai perangkapan profesi sebagai pekerja proyek atau karena akibat Bripka M. Lukman telah mencapai prestasi tertentu sehingga layak dipromosikan ke wilayah hukum lain di Polres Flores Timur,” ungkapnya.

Begitu juga, kata dia, dengan kembalinya Bripka M. Lukman ke Polres Manggarai Barat dan dipercaya menduduki jabatan strategis yaitu Kanit Tipikor, semakin menimbulkan tanda tanya publik Mabar ada apa antara Bripka M. Lukman dengan otoritas di Polda NTT dan Polres Manggarai Barat terkait promosi jabatan sebagai Kanit Tipikor.

Petrus menjelaskan, di mata masyarakat Mabar, Bripka M. Lukman memiliki rekam jejak buruk ketika bertugas di Polres Mabar alias tidak berprestasi. Bahkan berdasarkan Laporan/Informasi

“Masyarakat Mabar bahwasannya Bripka M. Lukman sering nyambi jadi kontraktor atau bekerja sampingan sebagai pelaksana proyek Jalan Raya yang bukan menjadi tugas utama Polisi, bahkan pekerjaan itu sesunhguhnya merendahkan profesi Polisi dan bertentangan dengan larangan sebagaimana diatur dalam UU Polri dan Peraturan Kapolri tentang perangkapan pekerjaan lain di luar Polri dan/atau keluar dari anggota Polri jika ingin merangkap pekerjaan lain di luar Polri,” ujarnya.

Karena itu, kata Petrus, Kapolres Mabar harus menjelaskan kepada masyrakat Mabar tentang urgensi menempatkan kembali Bripka M. Lukman ke Polres Mabar dan menempati jabatan strategis sebagai Kanit Tipikor, karena jabatan sebagai Kanit Tipikor memerlukan anggota Polri dengan rekam jejak profesinya tidak tercela.

“Apakah selama bertugas di Flores Timur Bripka M. Lukman berprestasi cemerlang dan telah melewati proses assesment dan pertobatan serta tidak akan melalukan praktek-praktek tidak tepuji seperti apa yang pernah dilaporkan dan dipersoalkan oleh Masyarakat Mabar dan Pers/Media dalam rangka kontrol atas perilaku aparat negara termasuk Polisi di daerah pada waktu sebelumnya,” ucapnya.

Petrua menuturkan, banyak kasus korupsi di Mabar tidak terungkap tuntas selama ini, karena itu keberadaan Bripka M. Lukman tidak hanya layak dipersoalkan akan tetapi juga patut ditinjau kembali, karena dengan jabatan sebagai Kanit Tipikor di Polres Manggarai Barat, seorang anggota Polri dituntut harus memiliki rekam jejak bersih dari KKN dan bersih dari perbuatan tercela lainnya.

Selain dari pada itu, jelas dia, penempatan kembali Bripka M. Lukman alias Koko di Polres Manggarai Barat, setelah sebelumnya Bripka. M. Lukman pernah disebut-sebut oleh masyarakat dan media masa melakukan pekerjaan rangkap sebagai kontraktor proyek di Manggarai Barat.

“Telinga Masyarakat Mabar masih terngiang-ngiang dengan pemberitaan media pada bulan Desember 2014 lalu dimana Bripka M. Lukman disebut-sebut mengancam Wartawan Metro TV John Lewar ketika hendak mengkonfirmasi informasi tentang keterlibatan Bripka M. Lukman dalam pekerjaan proyek Jalan Raya Labuan Bajo-Ruteng, namun oleh Bripka M. Lukman menanggapi sikap wartawan John Lewar dengan nada kasar, marah dan mengancam tanpa memberikan penjelasan kepada Wartawan Metro TV yang hendak mengkonfirmasi dan ingin mendapatkan penjelasan yang sejujur-jujurnya dari Bripka M. Lukman yang juga pernah menjabat sebagai Kanit Tipikor di Polres Manggarai Barat pada tahun 2014 itu,” ungkapnya.

Akibat peristiwa itu, paparnya Advokat Peradi ini, Masyarakat Mabar menghubungkan pindahnya Bripka M. Lukman bertugas di Polres Flores Timur tahun 2014 sebagai akibat perilakunya menyambi pekerjaan lain di luar tugas polisi dan memghardik Wartawan hingga akhirnya sekarang kembali ditugaskan di Polres Manggarai Barat dengan jabatan yang pernah disandang sebelumnya yaitu Kanit Tipikor.

“Pertanyaannya adalah apakah Bripka M. Lukman kembali ke Polres Mabar karena prestasi mencengangkan dan rekam jejak buruk yang pernah terjadi sudah dihapus atau kembalinya Bripka M. Lukman ke Polres Mabar dan mendapat jabatan Kanit Tipikor adalah hasil KKN dan demi melindungi pejabat korup di Manggarai Barat. Untuk mengjilangkan tanda tanya masyarakat, maka Kapolda NTT dan Kapolres Mabar harus menjelaskan alasan dan urgensi menempatkan Bripka M. Lukman sebagai Kanit Tipikor Polres Manggarai Barat,” tutupnya.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password