breaking news New

KPK Paksa Fredrich Yunadi Dampingi Novanto untuk Menyaksikan P21 

Bagikan

Jakarta – Kuasa Hukum Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov), Fredrich Yunadi mengatakan dirinya diminta untuk mendampingi kliennya Setnov dalam rangka pelimpahan berkas. Namun, Fredrich menolak permintaan Penyidik KPK itu karena dinilainya mendadak.

“Penyidik KPK tadi jam 17:30 telpon saya minta saya harus hadir ke KPK untuk dampingi SN (Setya Novanto) dalam rangka P 21 penyerahan tahap ke dua. Karena mendadak dan saya ada acara meeting dengan klien, saya tolak,” ujar Fredrich, Selasa (5/12) malam.

Atas permintaan tersebut, Fredrich menyarankan agar diberikan waktu minimal satu hari agar bisa mendampingi Setya Novanto.

“Saya minta jika butuh pendampingan wajib diberi tenggang waktu 3 hari kerja karena posisi SN ditahan. Ok minim 1 hari dong, karena saya dan tim bukan advokat pengangguran,” ucap dia.

Namun, Penyidik KPK tetap memaksa agar pengacara bersedia mendampingi Setya Novanto. Bahkan, Istri Setya Novanto juga dihubungi tim penyidik KPK untuk mendesak pengacara mendampingi Novanto.

“Penyidik KPK memaksa dengan advokat lainnya, saya beritahu semua ada tugas baik di bareskrim dan diluar kota. Rekan Otto juga sedang di Singapure , jadi saya minta ditunda besok pagi, tetap mereka paksa harus ada yang hadir. Memaksa istri Pak SN juga untuk membujuk saya, tetap saya tolak,” ungkapnya.

Fredrich menambahkan, KPK tidak hanya menghubungi dirinya tetapi juga pengacara lain yang berada di luar tim Fredrich Yunadi dan Otto Hasibuan.

“Tiba-tiba ada Advokat lain, Rekan Maqdir diminta hadir, saya tegaskan diluar persetujuan saya dan Rekan Otto, segala resiko dan tanggung jawab adalah pribadi Rekan Maqdir,” katanya.

Menurut Fredrich, kasus yang menjerat Setya Novanto belum bisa dilimpahkan atau P21 ke tahap berikutnya. Mengingat masih ada saksi dan ahli meringankan yang belum diperiksa.

“Bagaimana kasus bisa dinyatakan P 21, dimana masih ada 8 saksi meringankan belum diperiksa, terbukti KPK melecehkan hukum juga merendahkan hak dan martabat Advokat,” tegas Fredrich.

Ia menilai upaya KPK memaksa Kuasa Hukum Setya Novanto dalam melimpahkan kasus Novanto adalah licik.

“Mereka mamaksa berkas belum lengkap karena masih ada 8 saksi ahli dan saksi fakta belum diperiksa, malam hari hendak dinyatakan berkas lengkap, tujuan bisa segera didaftarkan ke pengadilan guna menghindar praperadilan Luar biasa kelicikannya,” pungkasnya.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password