breaking news New

Penyelidikan Kasus Ujaran Kebencian Viktor Laiskodat Terus Berjalan

Bagikan

Jakarta – Ketua Fraksi DPP Partai Nasional Demokrat, Viktor Laiskodat, akan maju dalam Pilgub Nusa Tenggara Timur (NTT) 2018. Namun, langkah Viktor akan terganggu dengan kasus  ujaran kebencian saat berpidato di kupang yang terjadi beberapa bulan lalu. Bareskrim menegaskan bahwa proses penyelidikan terhadap Viktor akan tetap berjalan.

“Kita jalan terus ya, penyelidikan kan nggak ini (berpengaruh terhadap Viktor maju pilgub). Penyelidikan jalan terus ya,” ujar Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Panca Putra di gedung KKP, Bareskrim Polri, Jalan Merdeka Timur, Kamis (21/12/2017).

Panca mengatakan pihaknya belum melakukan pemeriksaan atau pemanggilan terhadap Viktor sebagai terlapor. Tetapi penyidik, kata Panca, telah memeriksa perwakilan Partai NasDem guna melihat status Viktor saat berpidato di Kupang, NTT.

“Belum (terlapor dipanggil), kita masih kumpulinpanitia segala macam, anak- anak masih di lapangan. (Partai) NasDem sudah ada perwakilannya (dipanggil),” ujar Panca.

Panca juga enggan berkomentar banyak soal koordinasi Bareskrim dengan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR setelah Partai NasDem dan Golkar akan mengusung Viktor. Panca hanya menegaskan proses penyelidikan tetap berjalan.

“Kami jalan terus, yang jelas tim masih bekerja berjalan seperti yang kemarin saya sampaikan. Penyelidikan jalan terus ya, anak-anak masih di lapangan tuh,” imbuh Panca.

Apabila MKD menyatakan posisi Viktor saat berpidato di Kupang dalam rangka tugas sebagai anggota Dewan, Bareskrim akan memastikan hal itu. Bareskrim, kata Panca, akan memeriksa lebih lanjut surat tugas yang diserahkan kepada Viktor.

“Kami periksa dari sekretariat dewan di sana. Ada surat perintah tugasnya kalau nggak salah di sana. Kalau emang dalam rangka tugas,” ujar Panca.

Panca juga tidak mau berandai-andai soal status penyelidikan kasus Viktor. Gugur atau tidak bila terbukti sebagai anggota Dewan.

“Saya nggak mau berandai- andai, nanti kalau anak-anak sudah selesai baru gelar. Kalau sudah gelar baru diputuskan langkahnya apa naik sidik atau dihentikan,” ujar Panca.

Hal senada disampaikan Kepala Bareskrim Polri Komjen Ari Dono. Ari menegaskan keputusan mengusung Viktor maju dalam pilgub tidak berhubungan dengan kasus yang menjerat Viktor.

“Kalau usung-mengusung bukan di sini, di sini pembuktian perbuatan. Nggak ada hubungan dengan Bareskrim,” ujar Ari.

Seperti diketahui, Viktor dilaporkan atas pidatonya yang menyebut sejumlah partai politik mendukung pro-khilafah dan intoleran. Adapun pelapornya adalah Partai Gerindra, PAN, Demokrat, dan PKS.

Viktor disebut melanggar Pasal 156 KUHP atau UU Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password