breaking news New

Benarkah Inisiator Dibalik Anggaran E-KTP Akan Terungkap di Sidang Novanto?

Bagikan

JAKARTA – Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto telah mengajukan diri sebagai saksi pelaku yang berkerja sama atau justice collaborator dalam perkara korupsi pengadaan KTP elektronik.

Kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya mengatakan pihaknya meyakini ada sosok central lainnya terkait proyek yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu.

“Nanti fakta-fakta bisa kelihatan, dimana posisi pak Nov. Jadi apa yang disebut dengan berpengaruh sebenarnya pada proses penganggaran. Siapa inisiator penganggaran, ini penting,” ujar Firman.

“Ada kebijakan eksekutif, ada kebijakan legislasi, ini proses yang mesti dipotret secara besar. Kita lihat saja nanti,” sambungnya.

Terkait pengajuan justice collaborator oleh Setya Novanto, Firman berharap adanya perlindungan terhadap mantan ketua umum Partai Golkar itu.

“Pilihan menjadi JC (justice collaborator) bukan pilihan mudah. Karena bisa menjadi sasaran tembak dan bulan-bulanan. Nah ini yang kami minta protection cooperating person itu penting dirumuskan secara jelas. Apa model perlindungan yang bisa diberikan kepada Pak Nov kalau beliau jadi JC itu yang utama,” tandasnya.

Dalam perkara ini, ada tiga terdakwa yang diterima justice collaborator-nya yakni Irman, Sugiharto, dan Andi Agustinus alias Andi Narogong. Permohonan ketiganya untuk menjadi justice collaborator diterima jaksa penuntut umum pada KPK dan majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri, Jakarta Pusat.

Dalam kasus ini, Setya Novanto didakwa telah memperkaya diri sendiri sebesar USD 7,3 juta dan jam tangan Richard Mille senilai Rp 1,3 miliar. Mantan ketua umum Partai Golkar itu pun didakwa dengan Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2011 Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password