breaking news New

Bentuk Kepedulian, Perwakilan pemuda NTT Lapor Cagub NTT ke Komnas HAM

Bagikan

JAKARTA – Perwakilan pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penegak Integritas Bangsa Indonesia (AMPIBI) NTT melaporkan Calon GubernurNTT berinisial MS kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Menteng, Jakarta Pusat.

MS dilaporkan lantaran diduga telah melakukan tindakan asusila dan amoral terhadap asisten rumah tangganya berinisial MNS atau N.

Koordinator AMPIBI NTT, John Martin menegaskan langkah hukum yang diambil para pemuda NTT tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap korban.

Terlebih korban kini telah melahirkan seorang anak tanpa mendapatkan pertanggungjawaban dari MS.

Terkait hal tersebut, dirinya pun mempertanyakan rekomendasi pencalonan diri MS untuk maju dalam Pilgub NTT 2018.

Padahal menurutnya, MS teridentifikasi sebagai sosok cacat moral dan hukum.

“Kami meminta agar Komnas HAMmenelusuri, mengungkap dan menindaklanjuti sikap amoral yang bersangkutan. Kami tidak ingin ada calon pemimpin yang memiliki cacat hukum dan cacat moral, sungguh sangat mempermalukan integritas bangsa ini,” ungkapnya di kantor Komnas HAM pada Kamis (18/1/2018) siang

Keberatan yang disampaikan perwakilan pemuda NTT tersebut secara langsung diterima pihak Komnas HAM yang diwakili oleh Nisa selaku staf Bidang Analisis dan Pengaduan.

Aduan tersebut katanya akan segera ditindaklanjuti Komnas HAM, khususnya terkait dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh MS.

“Kami menunggu kelengkapan berkas laporan baru akan ditindaklanjuti. Aspirasinya kami tampung. Kasus yang sekiranya bisa ditangani Komnas HAM,” jelasnya singkat.

Seperti diketahui sebelumnya, kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan MS dilaporkan Forum Komunikasi Penyelamat Moralitas Bangsa (FKPMB) pada September 2013 silam.

MS diduga melakukan pelecehan seksual terhadap asisten rumah tangganya, yakni MNS atau N hingga melahirkan seorang anak laki-laki berinisial PR pada tanggal 7 Mei 2012.

“Kami melihat sendiri rekaman video pengakuan N, mantan pembantu di rumah jabatan Bupati Ngada, bahwa ia dihamili oleh Bupati Ngada. Rekaman video itu kini tersimpan pada sebuah lembaga yang mendampingi korban kekerasan seksual di kota Maumere, Kabupaten Sikka,” ujar Ketua FKPMB Yonas Mitan dikutip dari 108jakarta.com pada 25 September 2015.

Tidak hanya itu, Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F), lembaga advokasi kemanusiaan yang dibentuk pastor serta biarawan dan biarawati Maumere turut terlibat dalam advokasi terkait kasus tersebut pada akhir tahun 2013.

Namun upaya perlindungan hukum berakhir kandas hingga saat ini.

“Kami punya data berupa catatan, surat kuasa, rekaman, video wawancara. Semua data itu menyebutkan bahwa ayah biologis anak dari MNS adalah Bupati Ngada,” ujar Suster Eustochia Ketua TRUK-F didampingi Pastor Otto Gusti Madung SVD, Pastor Ignas Ledot SVD, beberapa suster dan aktivis kemanusiaan lainnya seperti dilansir ucanews.com pada 8 November 2013.

Sementara itu, MS membantah sangkaan tersebut lewat sejumlah media serta klarifikasi lewat video yang diunggah dalam Youtube pada 29 Oktober 2013.

“Sampai hari ini tidak ada satu pun orang yang datang langsung atau datang meminta pertanggungjawaban saya,” tegas MS dalam rekaman video yang dapat diakses lewat tautan https://youtu.be/11cSGqyKUzk. (Wartakota/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password