breaking news New

Apa Peran Niko Sampur Dalam Polemik Proposal Proyek OMS Desa Gulung

Bagikan

Ruteng, Kabarnusantara.net – Dalam dialog antara Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus dengan perwakilan massa aksi yang menamakan dirinya OMS Desa Gulung, pada Selasa, 15 Agustus 2015 di Kantor Bupati Manggarai di Ruteng, terungkap ada peran Niko dalam proses pengajuan proposal proyek Irigasi Teknis Wae Wakat dan Jalan Poros Desa Gulung, Kecamatan Satarmese Utara, Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT.

Polemik Proposal Proyek ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang kemudian berkembang ke dugaan pengalihan proyek oleh Bupati Manggarai itu kini semakin memanas.

Di hadapan Koordinator Aksi Adrianus Antur dan Ketua OMS Desa Gulung, Vinsensius Runding, Bupati Deno terhitung empat kali menyebut nama Niko, yang kemudian diketahui bernama lengkap Niko Sampur.

Bupati Deno menyebut ada peran Niko dalam pengajuan proposal OMS Desa Gulung ke Kemendes PDTT.

“Proposal Wae Wakat dan Jalan Poros Desa Gulung itu diusulkan oleh Kepala Desa Gulung dan Niko, yah Niko. Maunya ada si Niko itu,” ujar Deno.

Nama Niko kembali disebut Bupati Deno untuk keempat kalinya saat dirinya menjelaskan SK yang ditandatanganinya pada tanggal 27 Juni 2016.

“SK Bupati Manggarai dalam lampiran proposal usulan dari Desa Gulung ke Kemendes PDTT saya tandatangani pada hari yang sama,” ujar Deno.

“Karena ini desakan dari Niko, Kepala Desa Gulung dengan orang Kementerian Desa PDTT, jadi saya support. Bupati support apa saja yang kamu mau. Bupati lakukan. Kirim dokumen itu ke kementerian karena kita kurang uang,” ujar Deno menambahkan.

Dalam penggalan pernyataan itu, jelas-jelas Deno menyebut Niko yang diketahui bukan orang Kemendes PDTT, atau pun Aparat Desa Gulung.

Lalu pertanyaannya, apa peran Niko dalam hal ini?

Saat dihubungi wartawan per telepon, Kamis malam, 17 Agustus 2017, Niko Sampur pun mengungkap perannya dalam kasus ini.

“Saya mengawal proses pembentukan proposal Irigasi dan Jalan Desa Gulung dari awal hingga akhir. Semuanya saya perjuangkan di Kemendes PDTT,” ungkap Niko Sampur.

Saat ditanya wartawan bagaimana ia membangun jaringan dengan pihak kementerian desa, Niko mengklaim dirinya bermitra dengan orang dekat di Kemendes PDTT.

“Karena memang saya sejak 2009 itu punya mitra di Kementerian. Begitu, punya mitra dekat dengan mereka. Dan proposal itu awalnya ke pak Singgih Wiranto yang sekarang menjabat Dirjen PDT,” tutur Niko.

Ia pun memberikan informasi bahwa jika mau ajukan proposal ke Kementerian Desa itu bisa langsung dari desa ke kementerian, proposal tunggal istilahnya.

Bak gayung bersambut, informasi Niko pun disambut baik Kepala Desa Gulung Darius Perau.

Dalam perjalanan waktu, kata Niko, proposal ini mendapat respon positif pihak Kemendes. Namun sayangnya, kata Niko, ada pihak yang dengan sengaja, tahu dan mau, dan demi kepentingan kelompok tertentu, memindahkan lokasi dari Desa Gulung ke Desa Rado, Kecamatan Cibal.

“Itu jelas kepentingan pribadi antara Kepala Dinas Pertanian dan Bupati Manggarai, maka lokasi dana itu dipindahkan,” ujarnya.

SMS Dugaan Suap

Nikolaus Sampur menduga ada praktek suap dalam pemenangan tender Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Kementerian Desa PDTT tahun anggaran 2016.

“Ada pesan SMS dari Konsultan Dinas Pertanian atas nama Aleks ke saya. SMS tersebut dalam Bahasa Manggarai yang bunyinya,’ kae, kalau CV. Perintis kalah dalam tender, saya minta kembalikan produk saya.” ujar Niko menirukan bunyi SMS Aleks.

Menurut Niko, Aleks adalah Paman dari pemilik CV. Perintis sang pemenang tender Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Kemendes 2016.

Saat ditanya wartawan apa maksud kata ‘produk’, Niko menjelaskan dirinya telah bertanya ke KPK tanggal 3 Agustus lalu, bahwa produk itu sebuah istilah suap menyuap yang nilainya kurang dari Rp 100 juta.

“Berdasarkan pengakuan Aleks, produk itu diserahkannya kepada salah satu tim survey dari Kemendes PDTT, bernama Idar di Hotel Sinda Ruteng,” terang Niko.

‘Produk’ itu, kata Niko, diserahkan Aleks kepada Idar pada saat turun survey kedua.

“Tiga orang dari Kemendes yang datang survey ke dua. Ada pa Idar dan ibu Beatrice. Tiga orang mereka,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, para pihak yang disebutkan Niko Sampur belum dapat dikonfirmasi. (Alfan Manah/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password