breaking news New

Ernawati Harman, Identitas Perempuan Sikka dalam Kebhinekaan

Ernawati Harman (ist)
Bagikan

Kabarnusantara.net – Istri calon Gubernur NTT Benny K Harman, Ernawati Harman terlihat cantik mempesona dengan balutan pakaian adat Sikka.

Hari itu saat pendaftaran paket HARMONI pelangi kebhinekaan NTT sungguh terlihat nyata dari pakaian adat sampai pertunjukan tarian khas daerah yang dipentaskan relawan HARMONI di depan kantor KPU Provinsi NTT.

Semua keluarga dan simpatisan juga mengenakan pakaian adat daerah NTT sebagai aplikasi tagline “Kita Bhineka, Kita Harmoni”.

BKH sendiri memakai destar, selendang, dan kain tenun bermotif songke Manggarai, sementara istrinya, Ernawati Harman terlihat apik mengenakan busana adat Sikka.

Benny K Harman dan Ernawati Harman (ist)

Tagline kami kan kita Bhineka, kita Harmoni. Untuk menunjukkan kebhinekaan, kita menggunakan pakaian adat yang mewakili masing-masing daerah. Saya sebagai orang Sikka yang lahir dan besar di Sikka bangga menggunakan pakaian adat Sikka. Selain menunjukkan kebhinekaan, saya juga mau menunjukkan identitas saya sebagai orang Sikka” pungkas Ibu Erna, dilansir VoxNtt.com.

Erna sendiri mengaku di balik pakaian adat yang dikenakan perempuan Sikka terkandung nilai dan penghargaan.

Perihal itu, dia menyebut di Sikka ada adagium yang berbunyi “Du’a utan(g)ling labu welin(g)” yang arti dan atau maknanya kurang lebih “kain sarung dan baju setiap wanita haruslah bernilai, berharga”.

Tak hanya bangga memakai busana adat, lulusan doktor Universitas Indonesia ini ternyata punya mimpi besar untuk memajukan tenun ikat NTT yang tergolong bermutu tinggi dengan motif dan corak yang beraneka warna.

“Tenun ikat harus dilestarikan karena saya melihat anak-anak muda sekarang sudah jarang yang bisa menenun. Karena itu kerajinan tenun harus diperjuangkan untuk menjadi mulok (muatan lokal) di sekolah-sekolah,” kata alumni SMPK Frater dan SMA Sint Gabriel-Maumere ini.

Erna mengakui para pengrajin tenun masih konvensional dalam memproduksi busana adat daerah. Karena itu perlu membuat pelatihan khusus agar para pengrajin pintar mengkombinasikan warna.

Tujuannya agar corak tenun tersebut terlihat eye catching dan mempunyai nilai jual di pasaran.

“Kalau kami tepilih nanti, saya dan pa Benny akan mencari pasar untuk menjual tenun ikat NTT, sehingga pengrajin terpacu dan dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga” harapnya. (KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password