breaking news New

Awasi Coklit Pemutakhiran Data Pemilih, Panwaslu Kabupaten Manggarai Buka Posko Pengaduan

Bagikan

RUTENG, Kabarnusantara.net – Untuk mewujudkan penyelenggaraan pengawasan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi NTT 2018 yang berintegritas, berkualitas, dan akuntabel, Panwaslu Kabupaten Manggarai melakukan pengawasan secara ketat terhadap tahapan pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih.

Salah satu strategi yang dipakai Panwaslu Kabupaten Manggarai dengan membuka posko pengaduan masyarakat bagi pemilih yang sudah memenuhi syarat tetapi tidak didata.

Ketua Panwaslu Kabupaten Manggarai, Marselina Lorensia, M.Pd, Senin (22/1/2018) kepada Kabarnusantara.net mengatakan sehubungan dengan berjalannya pelaksanaan pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih pada penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT 2018 maka KPU Kabupaten Manggarai dan jajarannya di tingkat bawah, dalam hal ini Petugas Pemutakhiran Data Pemilih mendatangi para pemilih dan melakukan pencocokan dan penelitian terkait data pemilih dari rumah ke rumah.

Pencocokan dan penelitian itu yang disebut coklit. Pelaksanaan coklit diselenggarakan KPU dan jajarannya di seluruh daerah Pemilihan pada tanggal 20 Januari sampai 18 Februari 2018.

Sedangkan Posko Pengaduan Coklit dibuka Panwaslu Kabupaten Manggarai dalam rangka menerima laporan pengaduan masyarakat yang memenuhi syarat sebagai pemilih tetapi tidak didaftar oleh KPU dan jajarannya.

“Tugas kami pada tahapan Pemutakhiran Data dan Penyusunan Daftar Pemilih adalah memastikan semua pemilih di wilayah Kabupaten Manggarai yang sudah memenuhi syarat terdaftar. Salah satu strategi kami dengan membuka Posko Pengaduan masyarakat,” ujarnya.

Masyarakat yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih tetapi tidak terdaftar dapat melaporkan secara langsung ke Posko Pengaduan di Kantor Panwaslu Kabupaten Manggarai atau melalui SMS, WA dan media sosial resmi Panwaslu Kabupaten Manggarai.

Pengawasan tahapan Pemutakhiran Data dan Penyusunan Daftar Pemilih sudah dilakukan sejak perekrutan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dan kini berlanjut ke tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.

“Sedangkan melalui jejaring media sosial, Badan Pengawas Pemilu secara nasional mengajak warga pemilih menyebarkan Hastag #bawaslumengawasi #ayoawasicoklit,” ujarnya lagi.

Dikatakan Marselina, Panwaslu Kabupaten Manggarai juga sudah melakukan koordinasi dengan KPU Kabupaten Manggarai untuk mendapatkan data Form A-KWK yang telah disusun untuk keperluan pengawasan pencocokan dan penelitian.

“Data awal pemilih sudah kami terima dari KPU Kabupaten Manggarai dan juga sudah diserahkan ke Panwaslu Kecamatan untuk diteruskan ke Panwaslu Desa/Kelurahan sebagai data awal pengawasan tahapan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Koodinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran, Panwaslu Kabupaten Manggarai, Fortunatus H. Manah mengatakan Pemutakhiran Data Pemilih adalah kegiatan untuk memperbaharui data pemilih berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari Pemilu atau Pemilihan Terakhir dan mempertimbangkan Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) dengan cara melakukan verifikasi faktual data pemilih dan selanjutnya digunakan sebagai bahan penyusunan Daftar Pemilih Sementara yang dilaksanakan oleh KPU.

Syarat pemilih, kata Manah, adalah Warga Negara Indonesia yang telah genap berusia 17 Tahun atau lebih atau sudah/pernah kawin, terdaftar sebagai pemilih di daerahnya, tidak sedang terganggu jiwa/ingatannya, dan tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.

Sementara pemilih yang memenuhi syarat, ujar Manah, harus menunjukkan sejumlah dokumen kependudukan seperti KTP Elektronik, Surat Keterangan Kependudukan yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil atau Kartu Keluarga.

Dikatakan Manah, potensi masalahnya ada di syarat dokumen kependudukan, karena masih banyak pemilih di Manggarai yang belum memiliki dokumen kependudukan seperti KTP Elektronik.

“Berdasarkan data yang kami peroleh dari Capil, ada 50.000 lebih Daftar Pemilih Potensial Pemilu yang belum memiliki KTP. Karena itu, kami dorong Disdukcapil Manggarai untuk menuntaskan masalah ini sebelum Pemilihan Gubernur NTT terlaksana pada 27 Juni 2018 mendatang,” tandasnya. (KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password