breaking news New

Pemerintah Kecamatan Reok Buka Akses Jalan Menuju Jati, Warga Sengari Protes

Bagikan

RUTENG, Kabarnusantara.net – Pemerintah Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Propinsi NTT akhirnya resmi membuka akses jalan baru dari Wangkung Menuju Jati pada Selasa (30/1/2018), Pukul 10.00 Wita di Blok 14, Blok 15 dan Blok 16.

Pembukaan akses jalan baru itu dilakukan dengan cara menggusur tanah menggunakan Eskafator milik Dinas PU Kabupaten Manggarai.
Adapun jarak dan luas tanah yang digusur itu, yakni panjang kurang lebih 2 Kilo Meter dan lebar 4 Meter.

Penggusuran itu juga melibatkan masing-masing pihak keamanan, yakni 8 orang Anggota Koramil 1612 Reo yang dipimpin langsung oleh Danramil Totok Hardianto dan 9 orang Anggota Polsek Reo yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Bhektk Indra Kurniawan serta 5 orang Anggota Sat Pol PP Kecamatan Reo.

Kegiatan penggusuran itu sempat berhenti sejenak lantaran Nober Nabu salah seorang Warga Sengari bersama rekan – rekannya hendak menghentikan Eskafator yang sedang menggusur tanah untuk membuka akses jalan baru itu.

Nober Nabu dan rekan – rekannya mengklaim bahwa tanah yang digusur itu adalah lahan milik Gendang Moso Mahima, bukan milik Pemerintah.

“Kenapa tanah Kami digusur sementara persoalan mediasi dan secara hukum mengenai tanah ini belum diselesaikan secara bersama. Kenapa tindakan Pemerintah terhadap Rakyat jadi seperti ini” ungkap Nober Nabu dengan nada keras.

“Kami menilai Pemerintah Kecamatan Reo secara sadar dan sengaja telah melakukan penyerobotan dan pengerusakan tanah milik Warga. Oleh karena itu Kami siap melanjutkan kasus ini ke rana hukum” ungkapnya lagi.

Situasi akhirnya mulai reda dan kegiatan penggusuran dilanjutkan lagi ketika pihak Pemerintah Kecamatan Reo menunjukan bukti sertifikat atas nama Pemda Manggarai sebagai tanda legalitas tanah milik Pemerintah. Sedangkan Nober Nabu dan rekan – rekannya tidak dapat menunjukan sertifikat kepemilikan tanah.
“Ini bukti sah kepemilikan tanahnya. Kami punya dasar hukum” kata Agus Kapel selaku Kasi Trantib yang mewakili Camat Reo turun ke lokasi penggusuran.

Kegiatan penggusuran pun akhirnya dilanjutkan sampai Pukul 13.00 Wita atas perintah Kapolsek Bhekti Indra Kurniawan.

Kata – kata hujatan dan caci makian pun terus dilontarkan oleh Nober Nabu dan rekan – rekannya. Namun Pemerintah Kecamatan Reo tidak menanggapinya dan terus membantu kegiatan penggusuran itu. (KbN/CBN)

Penulis: Berto Davids

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password