Kesaksian RS Medika Permata Hijau Ungkap Kecelakaan ‘Bakpao’ Novanto

0
22

Jakarta, Kabarnusantara.net – Kasus kecelakaan yang menimpa terdakwa korupsi e-KTP Setya Novanto yang mengakibatkan kepalanya benjol sebesar ‘bakpao’, dibeberkan pihak Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau, melalui dr Alia, Senin (26/3/2018).

Menurut dr Alia, pihaknya merasa kaget dan tak nyaman atas kasus yang melibatkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto di rumah sakit tersebut.

“Situasi kami, pegawai di RS, jadi berubah drastis. Kejadian ini jujur bikin kami semua kaget. Kami tidak menyangka, kami tidak nyaman dengan feedback dari berbagai pihak,” kata Alia kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dikutip dari Kompas, Senin (26/3/2018).

Alia bersaksi untuk terdakwa doter Bimanesh Sutarjo. Dokter Bimanesh didakwa telah melakukan rekayasa agar Setya Novanto dirawat di RS tersebut. Tentu saja dalam rangka menghindari pemeriksaan KPK.

Sementara itu, kejanggalan dalam kecelakaan yang diduga ‘direkayasa’ tersebut semakin terbongkar. Dokter Bimanesh yang merawat Novanto adalah dokter spesialis ginjal dan hipertensi.

Faktanya, untuk korban kecelakaan dengan luka di kepala selalu akan dirujuk ke dokter spesialis saraf.

Tak hanya itu saja, dua perawat Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Nana Triatna dan Suhaidi Alfian juga membongkar satu kejanggalan.

Mereka memastika tidak ada luka atau benjolan di wajah politisi Partai Golkar itu. Menurut mereka saat dibawa ke rumah sakit, seluruh tubuh Setya Novanto ditutup dengan selimut.

Hal tersebut juga dikatakan Nana dan Suhaidi saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Keduanya juga bersaksi untuk dokter Bimanesh.

“Tidak ada luka, tidak ada benjolan,” ujar Nana kepada jaksa KPK.

Menurut Nana, dia dua kali melihat kondisi Novanto. Saat Novanto sudah di dalam kamar VIP 323, Nana hanya melihat baju pasien dibuka. Saat itu, Nana memastikan tidak ada luka atau benjolan di tubuh Novanto.

Suhaidi pun mengaku melihat sisi kiri wajah Novanto saat dibawa menggunakan brankar.

“Waktu di depan rumah sakit sudah ditutupi selimut. Pipi kirinya (Setya Novanto) saya lihat tidak ada luka,” ungkap Suhaidi.

Keterangan kedua saksi itupun sekaligus membantah keterangan mantan pengacara Novanto, Fredrich Yunadi.

Fredrich mengatakan pada awak media bahwa kliennya itu dalam kondisi yang parah. Fredrich berkoar bahwa kliennya dalam keadaan pingsan dan sekujur tubuhnya mengalami luka.

“Perlu MRI, luka di bagian sini (pelipis), benjol besar segede bakpao,” kata Fredrich pada 16 November 2017 lalu. (KbN)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here