Ket. Foto: Dari kiri ke kanan, Dandim 1612 Manggarai - Letkol CZI Hartanto Dwi Priono, Kepala Bulog Sub Divre Ruteng - Aceng Nurdin, Asisten II - Si Ketut Suastika, dan Kasat Intel Polres Manggarai, IPTU Mahfud,SH.

Kodim 1612 dan Pemkab Manggarai Dorong Bulog Ruteng Optimalkan SERGAP

RUTENG, Kabarnusantara.net – Kodim 1612 Manggarai dan Pemerintah Kabupaten Manggarai mendorong Bulog Ruteng untuk mengoptimalkan Serap Gabah Petani (SERGAP).

Dalam inspeksinya ke Gudang Bulog Sub Divre Ruteng, Kamis, 3 Agustus 2017, Dandim 1612 Manggarai, Letkol CZI Hartanto Dwi Priono mengatakan sebagai bagian dari Tim SERGAP, TNI mendorong agar Bulog Ruteng mengoptimalkan penyerapan gabah petani.

Hal itu penting dilakukan Bulog untuk memenuhi target swasembada pangan 2017.

Pada kesempatan itu, Dandim Hartanto mengatakan kuliatas beras lokal terbilang unggul dan Bulog Ruteng didorong untuk menyerap sebanyak-banyaknya gabah dari petani lokal.

Untuk itu, lanjut Hartanto, pihaknya dapat menggunakan Satgas SERGAP untuk terjun langsung ke petani.

“Jalin terus kerjasama dengan kelompok tani (poktan). Jika ada poktan yang tidak mau kerjasama dengan Bulog, kita akan ingatkan dan dorong kerjasamanya. Apalagi selama ini, para Babinsa terus mendampingi kelompok tani dan pelaksanaan serapan gabah Bulog Ruteng. Hanya yang perlu diperhitungkan Bulog, bagaimana menyerap gabah petani dengan harga yang baik,” ungkapnya.

Selain itu, Asisten II Bidang Administrasi, Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Si Ketut Suastika mengatakan pihaknya sejalan dengan upaya Kodim 1612 Manggarai dalam mendorong peningkatan daya serap Bulog Ruteng terhadap gabah milik petani.

Menurut Ketut, kualitas beras di tingkat petani lokal terbilang unggul. Karena itu pihaknya ikut mendorong agar Bulog Ruteng mengoptimalkan serapan gabah di tingkat petani lokal.

Lebih lanjut Ketut menambahkan, kendala kita terletak pada harga yang ditetapkan Bulog sebesar Rp. 7.300 per kilogram. Sementara harga beras lokal di pasaran berkisar antara Rp. 7.500 hingga Rp. 8.000 dibeli di tingkat petani.

Karena itu, pihaknya berharap Bulog Ruteng mau membeli beras di tingkat petani dengan harga yang lebih baik.

“Dari pada Bulog Ruteng mendatangkan beras dari Banyuwangi dan Surabaya tentu akan ada ongkos angkutannya,” ujar Ketut.

Sementara itu, Kepala Bulog Sub Divre Ruteng, Aceng Nurdin mengatakan stok beras sejahtera (Rastra) yang diserap dari petani lokal baru mencapai 319 Ton.

Namun pihaknya tetap berupaya agar ke depannya stok rastra di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur bersumber dari beras lokal, sehingga tidak bergantung pada pasokan beras dari luar wilayah NTT.

Menurut Aceng, saat ini pihaknya menampung 4000 Ton beras di gudang Bulog Sub Divre Ruteng.

“Sedangkan 2000 Ton lainnya sedang dalam perjalanan dari Banyuwangi, Jawa Timur,” tambahnya.

Pihaknya berharap dengan adanya upaya kerjasama yang intensif antara Bulog, Pemerintah Daerah, TNI dan Polri, maka target penyerapan gabah di tingkat petani lokal dapat dioptimalkan.

Ia juga mengharapkan kerjasama yang baik dari pihak Pemerintah Daerah agar distribusi beras rastra dapat dilakukan secepatnya sesuai kebutuhan masyarakat penerima. (Alfan Manah/KbN) 

<

Komentar

Loading Facebook Comments ...

Login

Welcome! Login in to your account

Remember meLost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register