Beranda Pendidikan Tokoh Konsisten Silaturahim Tulus Ikhlas, Usaha Keripik Singkong Bangun Masjid Senilai Rp 2...

Konsisten Silaturahim Tulus Ikhlas, Usaha Keripik Singkong Bangun Masjid Senilai Rp 2 Miliar

0

Oleh: Irham Thoriq


Semua yang ditulis Komisaris Semen Padang yang mantan Rektor Universitas Andalas Padang Prof Werry Darta Taifur pada tulisan yg berjudul Tanpa Mengenal Lelah Membantu Sesama benar semua. Kenyataannya memang seperti itu.

Sebagai pakar Komunikasi dan motivator yang telah memotivasi ratusan ribu orang di seluruh Indonesia dan puluhan negara, Pak Aqua Dwipayana tidak hanya pandai mengajari, tapi juga memberi keteladanan. Di antaranya yang paling menonjol adalah konsisten melaksanakan silaturahim sejak puluhan tahun lalu tanpa mengenal lelah dan tulus ikhlas.

Terakhir pada Selasa dan Rabu, 6 – 7 Maret 2018 lalu saat di Jawa Timur, beliau silaturahim ke teman-temannya yang pernah sama-sama bekerja di harian Jawa Pos. Juga mengunjungi Ibunda temannya. Mereka tinggal di Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, dan Jember.

Sebelumnya beberapa bulan lalu saat Pak Aqua berkunjung ke Malang, saya diajak langsung bersilaturahim ke mantan rektor Univ Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Imam Suprayogo dan Pinwil BRI Malang Bapak Busrul Iman. Saya melihat komunikasi mereka akrab sekali. Pak Imam dan Pak Busrul sangat menghargai Pak Aqua.

Pengaruh positifnya ke saya besar sekali. Sejak itu saya mulai rajin bersilaturahim ke orang banyak tanpa melihat latar belakangnya. Saya mencoba menerapkan yg dilakukan Pak Aqua dengan melihat dan menilai semua manusia secara universal.

Fokus Menyimak yang Disampaikan Lawan Bicara

Kita tahu, pelajaran tentang keteladanan yang ditunjukkan secara langsung contoh-contohnya akan lebih berkesan dibanding ribuan teori yang kita terima. Sejak puluhan tahun lalu sampai sekarang, Pak Aqua konsisten menunjukkan itu. Salah satunya rajin silaturahim ke orang banyak.

Meski silaturahim yang saya lakukan tidak seintens Pak Aqua, tapi saya merasakan banyak manfaat dari semua aktivitas positif itu. Mulai dari niat ketemu teman, saat jumpa, dan sesudah itu.

Selalu banyak tambahan ilmu dan pengalaman baru. Apalagi ketika silaturahim ke semua orang saat diskusi saya fokus menyimak yang disampaikan mereka. Itu juga salah satu wujud saya menghargai lawan bicara.

Setiap ada waktu luang dan kesempatan, saya usahakan silaturahim ke orang banyak. Mereka di antaranya adalah saudara-saudara saya, teman kuliah, pengusaha, dan penulis kawakan.

Salah satunya saat saya silaturahim ke Pak Sucipto, pengusaha keripik singkong asal Kabupaten Malang. Dia mengajarkan bahwa dalam hidup ini kita hanya berusaha menjalankan takdir Sang Kuasa.

Infakkan Semua Harta Disangka Orang Gila

Dia lantas bercerita, sebelum merintis usaha keripik singkong, dirinya punya keyakinan yang kuat kalau harta yang dia miliki saat itu belum sepenuhnya halal. Mungkin karena ada harta yang dia dapat dari proses berbohong saat bertransaksi bisnis.

Karena itulah, dia berkeyakinan kalau hartanya itu perlu diinfakkan semua. Lalu, dia sumbangkan seluruh hartanya, mulai dari mobil, sepeda, dan semua barang yang ada di rumahnya. ”Saya waktu itu disangka orang gila,” katanya.

Setelah itu, baru dia mendapatkan ide merintis keripik singkong. Dari situlah, titik balik kehidupan Pak Sucipto dimulai.

Usahanya berkembang pesat. Dia berkeyakinan hal tersebut salah satunya disebabkan infak yg dia keluarkan.

Kini, keripik singkongnya sudah terdistribusi hampir di seluruh Indonesia. Mereknya Lumba-Lumba. Di beberapa daerah produknya menguasai pasar termasuk di Jawa Timur.

Aktif Berinfak, Pekerjakan Seratus Karyawan

Saat ini, dia mempunyai seratus karyawan. Infak yang dilakukannya juga masih berjalan terus. Bahkan jumlahnya makin besar. Di antaranya untuk membangun masjid di dekat rumahnya yang nilainya mencapai Rp 2 miliar.

Lain lagi pengalaman saat saya silaturahim ke rumah salah seorang penulis kondang. Selain menulis buku-buku idealis seperti puisi, novel, cerpen, dia juga banyak menulis buku profil pengusaha besar.

Menurut dia, buku profil pengusaha banyak yang belum melirik. Si penulis ini mengajak saya untuk bersama-sama menggarap buku jenis itu.

Begitulah silaturahim, simpel pelaksanaannya, namun banyak manfaat yang bisa kita dapatkan. Selain bisa memperbanyak rejeki, setiap silaturahim selalu ada ilmu baru dan tambahan pengalaman yang didapatkan.

Berdasarkan semua pengalaman itu saya tidak heran kalau Pak Aqua selalu konsisten sejak puluhan tahun lalu sampai sekarang silaturahim ke orang banyak, baik di seluruh Indonesia maupun di puluhan negara. Hasilnya dahsyat dan luar biasa. Alhamdulillah.

Penulis adalah Koordinator Liputan harian Jawa Pos Radar Malang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here