breaking news New

Pengacara Pertanyakan Hilangnya Nama 3 Politisi PDIP dari Dakwaan Novanto

Bagikan

Jakarta – Kuasa hukum Novanto, Maqdir Ismail mengkritisi terkait hilangnya tiga nama politisi PDIP yang hilang dalam dakwaan untuk Setya Novanto. Dalam eksepsi, Magdir mencoba membandingkan antara tiga dakwaan, yaitu dakwaan Irman, Sugiharto dan dakwaan Novanto.

“Kita bandingkan pertama adalah mengenai nama orang-orang yang disebut sebagai teman peserta, kemudian selain itu kami juga coba bandingkan nama-nama orang yang disebut dari masing masing surat dakwaan yang dianggap sebagai penerima dari uang berhubungan dengan perkara e-ktp,” kata Magdir di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Menurut Magdir, konsistensi surat dakwaan patut dipertanyakan karena sesungguhnya bahwa dakwa mereka secara bersama-sama. Karena itu, uraian perbuatannya juga harus bersama-sama. Juga ada perbedaan mengenai jumlah dan orang yang menerima uang.

“Nah sepanjang yang kami pahami kalau orang didakwa secara bersama sama uraian perbuatannya itu harus sama, nah ini tidak. Bukan hanya waktunya yang tidak sama, tempatnya juga tidak sama. Kemudian yang penting lagi ada perubahan-perubahan. Misalnya satu orang yang menerima uang dalam satu dakwaan itu berbeda dari satu dakwaan dengan dakwaan berikutnya lalu beda lagi juga di dakwaannya Pak Novanto,” katanya.

Ia pun mempersoalkan terkait dengan sejumlah nama yang tidak disebutkan lagi dalam dakwaan Pak Novanto, padahal sebelumnya terang benderang dikatakan dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto berapa jumlah yang mereka terima, akan tetapi ada yang hilang dalam perkara Andi Agustinus dan ada juga yang hilang dan muncul lagi dalam perkara Novanto.

“Ini bukan persoalan strategi pengungkapan perkara, kalau strategi pengungkapan perkara silahkan seperti itu. Tapi ini bukan strategi dalam menyusun surat dakwaan, karena surat dakwaan itu ada aturannya, aturan penyusunannya, ada praktik dan ada ketentuan yang harus diikuti dari surat edaran atau keputusan Jaksa Agung juga ada keputusan Mahkamah Agung  bagaimana suatu surat dakwaan bisa diterima dan bagaimana yang tidak bisa diterima. Inilah yang akan kita kritisi di dalam penyampaian kami berhubungan dengan eksepsi kami atas surat dakwaan,” katanya.

Maqdir kemudian mempertanyakan adanya kejanggalan perlakuan KPK terhadap sejumlah politikus, terutama bagi kader-kader PDIP. Maqdir curiga ada oknum KPK yang bekerja sama dengan politikus PDIP, sampai-sampai nama Ganjar Pranowo, Yasonna Hamonangan Laoly, dan Olly Dondokambey, tak muncul di dakwaan Novanto.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password