breaking news New

Sejumlah Politisi yang Diduga Menerima Aliran Dana E-KTP Kembali Dibuka

Bagikan

Jakarta – Tim kuasa hukum Setya Novanto membacakan nota keberatan atau eksepsi atas surat dakwaan yang disusun Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam eksepsi tersebut, tim kuasa hukum mempertanyakan munculnya nama-nama baru dalam surat dakwaan Setya Novanto.

Salah satu kuasa hukum Setnov, Maqdir menuturkan, nama-nama baru dalam surat dakwaan Setya Novanto tidak masuk dalam logika hukum. Menurut Maqdir, dalam perkara  pemecahan pemberkasan terdakwa dalam kasus yang sama, hal tersebut tidak masuk akal terjadi.

“Kami terkejut, bagi kami tidak masuk dalam logika hukum dalam masing-masing dakwaan pada peserta tindak pidana korupsi berbeda. Khususnya terhadap surat dakwaan Setya Novanto terdapat penambahan peserta baru,” ujar Maqdir di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (20/12).

Beberapa nama baru yang tercantum dalam surat dakwaan Novanto tersebut adalah; Irvanto Hendra Pambudi Cahyo selaku Direktur Utama PT Murakabi Sejahtera, Made Oka Masagung pemilik OEM Investment, Pte.Ltd dan Delta Energy, Pte.Ltd, Muda Ihsan Harahap, dan Anang Sugiana Sudiharjo selaku Direktur Utama PT Quadra Solution, peserta tender proyek e-KTP.

Selain itu, tim kuasa hukum juga mempertanyakan nama-nama terduga penerima dana e-KTP yang tidak dimasukkan dalam surat dakwaan Setya Novanto itu.

Pihak Novanto beralasan, dalam surat dakwaan milik Irman dan Sugiharto selaku terdakwa kesatu dan kedua, beberapa nama anggota DPR secara rinci muncul dan disebutkan turut menerima aliran uang dari proyek senilai Rp 5,9 Triiliun itu.

Sejumlah nama yang tidak ada dalam surat dakwaan Setya Novanto dan disoroti tim kuasa hukum antara lain:

1  Melchias Mekeng disebutkan menerima USD 1.400.000
2. Olly Dondokambey disebutkan menerim USD 1.200.000
3. Tamsil Lindrung disebutkan menerima USD 700.000
4  Arif disebutkan menerima USD 1.080.000
5  Chairumah Harahap disebutkan menerima USD 58.000 dan Rp 26 Miliar
6. Ganjar Pranowo disebutkan menerima USD 520.000
7. Yasonna Laoly disebutkan menerima USD 84.000
8. Khatibul Umam Wiranu disebutkan menerima USD 400.000
9. Marzuki Alie disebutkan menerima USD 400.000
10. Anas Urbaningrum disebutkan menerima USD 5.500.000
11. Agun Gunanjar Sudarsa disebutkan menerima USD 1.407.000
12  Mustoko Weni disebutkan menerima USD 408.000
13  Ignatius Mulyono disebutkan menerima USD 208.000
14  Taufik disebutkan menerima USD 103.000
15. Teguh Djuwarno disebutkan menerima USD 167.000
16  Kapoksi mendapat fee masing-masing USD 37.000

“Total selisih uang yang tidak tercantum Rp 233.460.000.000 perhitungan ini kurs USD 1 seharga Rp 13.000. Jadi ini berada di tangan siapa?” ucapnya.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password