Petrus Selestinus, Koordinator TPDI

Megawati Korban Fitnah Keji Gerindra, TPDI Tuntut Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf

Jakarta, Kabarnusantara.net-Permintaan maaf yang disampaikan oleh Sdr. Arief Poyuono, selaku Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan para kadernya terkait pernyataannya di sebuah media online yang berisi : “Wajar PDIP disamakan dengan PKI karena Menipu Rakyat”, yang dibuat dan ditandatangani di atas secarik kertas bermeterai Rp. 6000,- bukan dalam kapasitas sebagai pribadi. Hal tersebut dikatakan koordinator TPDI, Petrus Selestinus kepada Kabarnusantara.net pada Selasa, 2 Agustus 2017.

Menurutnya pernyataan yang bermuatan fitnah secara terbuka yang ditujukan kepada PDIP adalah dalam kapasitas sebagai Wakil Ketua Umum Partai, sehingga dengan demikian yang harus bertanggung jawab secara moral, etika dan hukum termasuk tetapi tidak terbatas kepada permintaan maaf di atas secarik kertas adalah atas nama Institusi DPP Partai Gerindra yang dalam hal ini harus dilakukan oleh Prabowo Subianto selaku Ketua Umum dan/atau Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra.

Hal itu dinilai Petrus tepat karena Prabowolah yang berhak bertindak untuk dan atas nama Partai secara ke dalam dan ke luar adalah Ketua Umum DPP Partai, bukan Wakil Ketua Umum Arief Poyuono.

Lebih jauh, bagi Petrus permintaan maaf yang dibuat dalam secarik kertas, bermeterai Rp. 6000 oleh Sdr. Arief Poyuono, mengatasnamakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, secara adat ketimuran dan secara organisatoris, permintaan maaf yang demikian hanya melahirkan “fitnah baru”.

Hal itu, menurutnya karena permohonan maaf tersebut hanya dilakukan oleh Sdr. Arief Poyuono, selaku Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, tanpa didahului dengan pertemuan musyawarah antara DPP Partai Gerindra dan DPP PDIP yang diinisasi oleh Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sdr. Prabowo Subianto, bukan dengan cara membiarkan Sdr. Arief Poyuono seorang diri, seolah-olah tindakan yang bersifat memfitnah itu sebagai tindakan pribadi.

Ia menegaskan hal tersebut jelas tidak jujur dan tidak fair, karena menurutnya tindakan yang diduga sebagai menfitnah Partai PDIP dan seluruh kadernya itu dilakukan dalam kapasitas sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra bukan sebagai pribadi apalagi kalau terdapat unsur-unsur “black campagne” yang dimaksudkan untuk menguntungkan Partai Gerindra dan mendiskreditkan PDIP.

Advokad PERADI itu pun menuntut Partai Gerindra untuk menetukan langkah yang tepat yang harus dilakukan Gerindra untuk menyelsaikan perseoaln tersebut.

Ia menghimbau agar DPP Partai Gerindra segera mengutus perwakilan DPP. Partai Gerindra menemui DPP PDIP membicarakan hal ihwal yang terjadi dan dilakukan oleh Sdr. Arief Poyuono, Wakil Ketua Umum dengan merumuskan konsep penyelesaiannya atau langsung meminta maaf yang langsung dihadiri oleh Prabowo Subianto dan ibu Megawati sebagai Ketua Umum DPP PDIP yang mewakili PDIP sebagai korban fitnah yang keji.

Dirinya meyakini jika persoalan ini diselsaikan secara kultur Jawa, maka tensi perkaranya sudah naik tinggi bisa meredah dengan mengharuskan Prabowo turun tangan langsung sebagai Ketua Umum/Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra untuk menyampaikan permintaan maaf dan jangan mengecilkan budaya ketimuran hanya dengan secarik kertas di pinggir jalan, tanda tangan di atas meterai Rp. 6000, lantas dianggap selesai.

Lebih jauh, tegasnya ini jelas bentuk penghinaan baru secara berlanjut. (AT/KbN)

<

Komentar

Loading Facebook Comments ...

Login

Welcome! Login in to your account

Remember meLost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register