Beranda Nasional Mengenal H. Wirawan, Sosok Calon DPR RI Termuda di Indonesia

Mengenal H. Wirawan, Sosok Calon DPR RI Termuda di Indonesia

0

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum – Republik Indonesia (KPU-RI) telah mengumumkan Daftar Calon Tetap (DCT) anggota DPR RI periode 2019-2024, pada 20 September 2019. Total ada 7.968 Caleg RI peserta pemilu yang akan dipilih pada 17 April 2019.

Pada Pileg kali ini ada banyak kader muda berkompeten yang diusung partai politik. Sebut saja, Partai Hanura, Partai PSI, Partai Golkar dan beberapa partai lain yang memberikan kesempatan kepada anak muda ikut dalam pemilihan umum.

Salah satu calon termuda DPR RI diusung oleh partai Hanura. Ia adalah Hipatios Wirawan Labut. Pria ini mencalonkan diri sebagai Calon DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) 7 Jawa Barat, meliputi Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta.

Sebelumnya, H. Wirawan adalah wartawan muda yang fokus menulis isu-isu hukum, politik, demokrasi dan kemanusiaan. Pada tahun 2013 ia mulai belajar hukum di Fakultas Hukum Universitas Nasional Jakarta. Selama menjadi mahasiswa, ia aktif dalam organisasi. Diantaranya, ia pernah menjabat sebagai Ketua KMK Universitas Nasional periode 2015-2016. Setelah menyelesaikan masa jabatannya di KMK, ia kemudian terpilih melalui pemilihan umum, sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Hukum (Himakum) Universitas Nasional Periode 2016-2017.

H. Wirawan juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan di luar kampus. Bahkan, Ia mendirikan Front Mahasiswa Hukum Indonesia (FROMHI) pada tahun 2016. Kemudian di percaya menjadi Koordinator pertama FROMHI periode 2016-2017. FROMHI adalah wadah yang menyatukan beberapa pengurus organisasi kampus untuk mendiskusikan dan mencari solusi berbagai masalah hukum.

H. Wirawan juga aktif melakukan demonstrasi berupa aksi damai untuk menentang kebijakan kampus atau pemerintah yang sewenang-wenang dan mengabaikan kepentingan yang lemah.

Selain aktif di beberapa organisasi, Wira -begitu ia disapa – dikenal cerdas. Pada tahun 2016, setelah melalui proses seleksi karya ilmiah di Mahkamah Konstitusi, ia dipilih mewakili Universitas Nasional dalam lomba Debat Konstitusi Nasional antar Perguruan Tinggi se-Indonesia yang diselenggarakan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Selain itu, ia mewakili Universitas Nasional dalam Lomba Debat Bahasa se-jabodetabek di Jakarta pada tahun 2016.
Pada tahun yang sama ia mewakili Universitas Nasional dalam Kelas Politik Cerdas Berintegritas (PCB) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Yayasan Satunama Yogyakarta. Ia terpilih sebagai peserta terbaik kelas Politik Cerdas Berintegritas kategori mahasiswa.

Sebagai Mahasiswa Idealis, H. Wirawan punya segudang mimpi besar. Meskipun masih sibuk kuliah dan aktif di organisasi, pada tahun 2016, ia mendirikan media online kabarnusantara.net dan www.kastra.co. Ia mengajak beberapa temannya untuk bergabung dan mulai menulis. Sejak saat itu, ia mulai membangun relasi dengan berbagai pihak, baik itu politisi, birokrat, akademisi maupun aktivis-aktivis di berbagai daerah. Pada tahun berikutnya, ia mendirikan salah satu media lokal (Melanesiahotnews.com) yang fokus menyoroti Indonesia Timur, terutama Papua dan NTT. Jaringannya semakin terbuka lebar dan menjadikannya lebih percaya diri dan mudah beradaptasi dengan siapapun.

Pada Oktober 2017, ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum dengan mendapatkan penghargaan sebagai lulusan terbaik (Cum Laude). Ia pun menerima penghargaan bergengsi berupa piagam dan Cincin Emas yang disematkan langsung oleh Rektor Universitas Nasional Jakarta.

Setelah menamatkan pendidikannya, ia melanjutkan pekerjaannya sebagai wartawan di media yang dibuatnya sendiri. Tak mau menyerah dengan keadaan, Ia bertahan tanpa pemasukan yang jelas. Namun, ia percaya, kerja keras tidak akan sia-sia. Ia tidak menyerah karena uang. Namun, ia mencari jalan supaya media yang didirikannya tidak bubar.

Ia memutuskan untuk bekerja di salah satu media Nasional di Jakarta. Karena punya pengalaman sebagai wartawan, ia langsung diterima dan ditugaskan menjadi wartawan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di tempat kerja yang baru gajinya terhitung besar. Sayangnya, setelah beberapa bulan bekerja, ia sakit dan memutuskan untuk istirahat.

Dari hasil kerjanya, ia bisa mempertahankan media yang didirikannya. Kemudian ia mendirikan perusahaan media, PT Cahaya Berita Nusantara. Ia mendapatkan bantuan dari pihak lain untuk mendirikan perusahaan tersebut.

Setelah memiliki perusahaan, ia mendapat tawaran untuk bergabung di partai politik. Akhirnya, Ia bergabung bersama Partai Hanura. Motivasinya sederhana, ia ingin berjuang dari dalam ketimbang menggonggong dari luar. Ia menyakini, kalau ingin mengubah sistem maka harus masuk ke dalam sistem tersebut. Kritik dari luar seperti Harimau tanpa Gigi.

Di Partai Hanura, ia dipercaya untuk menjadi calon DPR RI dari daerah pemilihan 7 Jawa Barat. Ia berkomitmen mewakili kepentingan masyarakat kecil, seperti petani, nelayan, buruh, pedagang, sopir, driver gojek dan kaum minor lainnya.

“Saya sangat berharap, mimpi besar dan niat tulus untuk berjuang demi kepentingan masyarakat kecil dapat tercapai. Karena itu, saya sangat mengharapkan dukungan masyarakat Indonesia, khususnya di daerah pemilihan 7 Jawa Barat, yaitu Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Purwakarta,” katanya penuh harap. (CBN)