Mobil Patroli Pol PP dan Kendaraan Plat Merah Nagekeo Seliweran di Hari Libur

0
1382

Kabarnusantara.net – Wanita paruh baya itu turun dari mobil. Sambil menengok kiri kanan, ia lalu menyebrang jalan. Senyumnya ramah, membalas sapa wartawan.

Sabtu (14/04/2018), ia tampak terlihat santai, beristirahat di bawah rindangnya pohon di bale-bale penjual buah, pertigaan Aemali-Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo. Sesekali memohon ijin pamit menjauh, rupanya ada telepon yang sedikit dirahasiakan dari balik telepon genggam miliknya.

Beberapa menit kemudian, ia kembali dan meneruskan percakapan. Dari pengakuannya, rupanya wanita itu bukanlah sembarang wanita. Dia adalah istri dari Elias Tae, Kepala dari Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP), Kabupaten Nagekeo. Pengakuan Wanita yang merahasiakan identitasnya itu diperkuat dengan kendaraan Plat merah yang ditumpanginya, yakni sebuah mobil Toyota Hilux, dengan nomor polisi EB 900 WH. Dari percakapan lepas siang tadi itu juga, seorang pria yang diduga sebagai Sopir dari mobil itu membenarkan bahwa kendaraan tersebut memang kendaraan operasional dari satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Nagekeo sebagai kendaraan patroli dan pengawalan.

DI hari tanpa tugas tersebut, rupanya si Ibu baru pulang mengantarkan putra sulungnya yang diakunya bersekolah di salah satu SMP Seminari paling bergengsi di Kabupaten Ngada. “Kami baru pulang dari Mataloko, antar anak yang sekolah”.

Mulut jujur si Ibu jelas menjawab kegundahan hati masyarakat Kabupaten Nagekeo yang sedari dulu menyaksikan penyalahgunaan kendaraan operasional dinas untuk urusan pribadi. Seperti pepatah mengatakan “Guru K**C*NG berdiri, Murid K**C*NG berlari.”
Penyalahgunaan kendaraan Dinas di Kabupaten Nagekeo memang telah memuncak ke stadium kronis, mulai dari urusan Belanja di pasar, bertamasya bersama keluarga hingga mengangkut pakan ternak. Mulai dari penggunaan diluar jam dinas, digunakan oleh anak hingga keluarga.

Dalam urusan penggunaan kendaraan dinas, Satuan bermotto *Praja Wibawa* itu seolah tak berdaya menyaksikan pelanggaran pelanggaran terhadap peraturan Daerah Kabupaten Nagekeo. Entah pelanggaran tersebut telah direstui Bupati atau memang satuan itu yang tak paham tentang tugas, namun satu yang pasti sang kepala telah “berdiri” yang lainnya tinggal “bebas berlari”.

Laporan : Patrianus Meo Djawa

Editor : Steven