breaking news New

Pemberantasan Korupsi Sepanjang 2017 Dinilai Belum Maksimal 

Petrus Selestinus (doc. Istimewa)
Bagikan

JAKARTA – Kinerja KPU sepanjang 2017 belum maksimal karena berbagai upaya pelemahan yang ditujukan kepada lembaga anti rasuah tersebut. Hal ini diungkapkan Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus, Sabtu (30/12)

Tetapi lanjut Petrus, ia tetap berkeyakinan menyebut ada peran masyarakat luas yang selalu mendukung KPK. Menurutnya, keberadaan KPK hingga saat ini tidak terlepas dukungan publik yang kuat.

“Berkat dukungan yang kuat dari masyarakat, KPK tetap eksis, meskipun harus kehilangan beberapa pasal dari UU-nya akibat Uji Materiil di MK,” kata Petrus dilansir breakingnews.co.id, Sabtu (30/12 /2017).

Petrus menyatakan, sejauh ini KPK telah berhasil membuktikan kemampuannya dengan membawa sejumlah tersangka korupsi besar “big fish” termasuk terakhir kasus Mega Korupsi e-KTP.

“Namun demikian akrobatik politik berupa perlawanan  oleh kekuatan Kelompok Anti Pemberantasan Korupsi, masih akan terus berupaya memperlemah KPK dengan berbagai cara,” ujar Petrus.

Petrus mengingatkan, upaya pelemahan terhadap KPK sebagai musuh utama para koruptor masih akan terus terjadi.

Hal itu, kata dia, dilakukan melalui usul perubahan UU Tipikor dan UU KPK di DPR, melalui Uji Materil beberapa pasal UU di MK,  juga berupa penghindaran tuntutan pidana melalui upaya hukum Praperadilan dan Proses Hukum di Persidangan Pengadilan Tipikor hingga Mahkama Agung.

“Namun demikian KPK tetap tidak berubah nyalinya dan terus saja berprestasi, sebagaimana telah mengumumkan jumlah OTT KPK selama tahun 2017 sebagai yang tertinggi selama usia KPK, yaitu sebanyak 19 kali OTT dengan jumlah tangkapan sebanyak 72 orang menjadi tersangka,” ungkap Petrus. (KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password