breaking news New

Azmi Syahputra : Hak Imunitas Advokat Tidak Menjadi Tameng Pembenar

Menurut Dosen Hukum Pidana Universitas Bung Karno, Azmi Syahputra, kasus yang menjerat Fredrich menjadi pelajaran bagi Advokat yang lain.
Bagikan

JAKARTA – Pasca penetapan Mantan Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi sebagai tersangka yang kemudian diikuti dengan penangkapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) muncul beragam respon publik.

Dalil hak imunitas Advokat yang disampaikan Fredrich Yunadi tak membuat KPK gentar. Setelah mangkir dari panggilan pertama, KPK langsung menjemput paksa Mantan Kuasa Hukum Setya Novanto tersebut.

Menurut Dosen Hukum Pidana Universitas Bung Karno, Azmi Syahputra, kasus yang menjerat Fredrich menjadi pelajaran bagi Advokat yang lain.

“Kasus Fredrick Yunadi harus jadi pelajaran dan mengembalikan kembalinya profesi Advokat,” kata Azmi kepada Kabarnusantara.net, Minggu (14/1 /2018).

Menurut Azmi, Hak imunitas tak bisa jadi tameng alasan Pembenar.

Berkaitan adanya 22 advokat yang terjerat dalam tindak pidana korupsi versi ICW, Azmi Syahputra menegaskan bahwa hak imunitas tersebut harus dilakukan dengan menjaga kehormatan profesinya.

“Fenomena saat ini ada nilai-nilai yang hilang dalam profesi advokat. Seharusnya Advokat menjaga kehormatan dan kewibawaan hukum serta martabat profesi,” ujar dia.

Profesi Advokat, kata Azmi, juga berfungsi sebagai pendidik hukum. “Pendidikan hukum adalah Pendidikan kemanuasiaan. Seharusnya Advokat meluruskan persoalan hukum kliennya agar kembali pada makna tercapainya tujuan hukum dan nilai nilai kemanusiaan,” ujar dia.

Menurut Azmi, banyak Advokat saat ini yang keliru menjalankan profesinya. Bahkan, kata dia, banyak Advokat melakukan hal yang bertentangan dengan etika dan nilai-nilai keluhuran profesi sampai merekayasa, kesaksian palsu bahkan menggelapkan fakta.

“Disinilah makna etika harus jadi samuderanya hukum untuk menjadi batasan keseimbangan kepentingan. Jadi hak imunitas dalam Pasal 16 UU Advokat bukan jadi tameng pembenar,” tegasnya.

Imunitas, kata dia, berlaku spanjang Advokat mempertahankan kepentingan klien dengan iktikad baik, proses yang jujur yang tidak bertentangan dengan undang-undang, nilai-nilai prinsip moral serta kepentingan bangsa yang lebih besar.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password