breaking news New

Pemindahan Dana Partai Hanura ke OSO Sekuritas Tak Langgar UU Parpol

Petrus Selestinus
Bagikan

JAKARTA, Kabarnusantara.net  – Pemindahan Dana Partai Hanura ke Oso Sekuritas yang dituduhkan oleh pihak ketiga sebagai tindak pidana penggelapan, tidak memiliki dasar hukum apapun.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus kepada media ini, Rabu (24/1/2018) malam.

Petrus menilai OSO sekuritas adalah sebuah perusahaan Investasi yang resmi, sehingga penempatan Dana ke dalam OSO Sekuritas oleh Partai Hanura adalah tindakan hukum dan langkah Inovatif yang sah serta bertujuan untuk mendapatkan keuntungan guna membiayai aktivitas politik Partai Hanura.

Selain itu, jelas Petrus, penempatan dana Partai Hanura ke dalam OSO Sekuritas dilakukan oleh Bendahara Partai sesuai kebijakan Ketua Umum Partai, yang dilaksanakan oleh Bendahara Partai. Karenanya, tidak menyalahi Hukum, UU Parpol, AD & ART Partai.

“Unsur pidana penggelapan menurut pasal 372 KUHP tidak terpenuhi, karena Dana Partai Hanura berada dalam kekuasaan Ketua Umum dan Bendahara Umum Partai Hanura dan atas pengetahuan Ketua Umum dan Bendahara Partai Hanura,” ungkap Petrus.

Dana Partai Hanura itu diinvestasikan di dalam sebuah Perusaan Sekuritas yaitu OSO Sekuritas.

Dengan demikian, kata dia, Dana Partai Hanura tetap berada dalam pemilikan Partai Hanura, tetap berada dalam pengelolaan OSO Sekuritas untuk tujuan Investasi dan tidak pernah dipindahkan pemilikannya kepada pihak lain.

“Sekali lagi pemindahannya kepada OSO Sekuritas adalah merupakan tindakan berdasarkan kewenangan inovatif Ketua Umum dan Bendahara Umum, yang pertanggung jawabannya akan dilakukan secara periodik pada saat Munas atau Forum Rapat Partai tingkat lainnya,” tegasnya.

Petrus menilai bahwa pemindahan Dana tersebut bukan sebagai suatu tindak pidana penggelapan karena tidak memenuhi unsur-unsur pidana menurut pasal 372 KUHP.

Unsur-unsur yang dimaksud adalah unsur melawan hukum dan unsur kepunyaan orang lain. Apalagi, kata dia, tidak didukung dengan bukti-bukti sebagai penggelapan dan sebagai melawan hukum.

“Karena tindakan menginvestasikan uang Partai Hanura dilakukan oleh Bendahara Partai atas pengetahuan bahkan kebijakan Ketua Umum Partai Hanura karena kewenangannya dan tidak melanggar larangan dalam UU Partai Politik dan digunakan untuk kepentingan Partai Hanura”.

Oleh karena itu, Partai Hanura akan mempidanakan pihak-pihak yang tidak mengerti sejarah penempatan uang Partai untuk investasi Partai Hanura ke dalam OSO Sekuritas.

“Jika memang pengivestasian itu bertujuan untuk kepentingan diri pribadi dengan menyalahgunakan wewenang selaku Ketua Umum, mengapa tindakan itu dilakukan oleh Beni Prananto yang adalah seorang Bendahara Partai serta diadministrasikan secara tertib sesuai dengan sistim management tatakelola keuangan Partai Hanura yang berlaku sejak Partai Hanura dipimpin oleh Oesman Sapta,” pungkas Advokat senior ini.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password