Rekognisi dan Restorasi Republik Desa

Yohanes Silik, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan STPMD "APMD", Yogyakarta
Bagikan

Oleh: Yohanes Silik

Kabarnusantara.net – Akhir-akhir ini praktik berdesa kita tak luput dari tindakan reduksi oleh nalar irasional orientalis-modernis dan strukturalis-radikalis. Sementara kaum lokalis-eksistensialis hendak merekonstitusi republik desa, kaum orientalis-modernis dan strukturalis-radikalis justru ingin mempertahankan sikap ‘konservatif’.

Cara mereka memandang pembangunan ekonomi desa pun berbeda. Orientalis-modernis dan strukturalis-radikalis lebih memandang pembangunan ekonomi desa dalam paradigma Ekonomi Memandang Desa (EMD) yang sangat menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, lokalis-eksistensialis memilih Desa Memandang Ekonomi (DME) sebagai jalan baru rekonstitusi desa dalam membangun ekonomi desa yang sangat menekankan pentingnya pemberdayaan dan kemandirian desa. Jika EMD mereduksi desa, maka DME hadir untuk merekognisi desa.

Pertarungan Mazhab

Posisi desa memang tidak terlepas dari pertarungan mazhab atau ideologi. Ada tiga ideologi-perspektif tentang desa yang bertarung cukup kuat dalam melihat/memandang desa.

Pertama, ada lokalis-eksistensialis yang memandang desa sebagai situs otentisitas dan basis peradaban negara bangsa modern. Kedua, ada orientalis-modernis yang melihat desa sebagai situs kebodohan, kemandegan, kemiskinan, dan ketertinggalan.

Ketiga, strukturalis-radikalis yang cenderung kuat melihat desa sebagai situs ketimpangan, penindasan, dan penghisapan elit terhadap kaum proletar.

Dalam hal pembangunan ekonomi desa, terjadi pula pertarungan dua mazhab yakni Ekonomi Memandang Desa (EMD) dan Desa Memandang Ekonomi (DME). EMD sangat menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi. Penekanan ini justru membuat desa semakin tidak berdaya dan mandiri.

Sementara itu, DME hadir sebagai narasi baru yang sangat menekankan pentingnya pemberdayaan dan kemandirian desa. Jika EMD hadir mereduksi ekonomi desa, maka DME datang sebagai resolusi untuk merekognisi ekonomi desa.

Kegelisahan Ke Depan

Ada kegelisahan yang cukup kuat dalam melihat desa ke depan. Visi Desa Baru diperhadapkan dengan masih kuatnya pandangan konservatif yang gagal melihat otentisitas desa. Desa masih ditempatkan sebagai situs minor yang lekat dengan kebodohan, kemiskinan, ketertinggalan, ketimpangan, penindasan, dan penghisapan.

Cara pandang konservatif semacam ini kemudian melahirkan reduksi dan distorsi desa. Reduksi dan distorsi itu ditandai oleh masih kuatnya cengkeraman tirani birokrasi-teknokrasi dari atas, yang gagal melihat desa sebagai mana desa itu apa adanya. Mereka cenderung melihat desa dengan perspektif luar. Padahal, desa seharusnya dilihat dengan perspektif desa itu sendiri (otentisitas).

Hal ini membuat desa menjadi tidak berdaya atau bertenaga. Desa terus diimposisi dari atas, tanpa meletakkan posisi desa secara lokalis-eksistensialis. Jika terus seperti ini, ke depan desa bukannya mandiri melainkan terdistorsi.

Rekognisi dan Restorasi Republik Desa

Resolusi atas reduksi-distorsi desa adalah dengan melakukan rekognisi dan restorasi republik desa dalam bentuk kolektivisme pluralistik atau desa inklusif. Menurut Sutoro Eko (2017) ada lima makna yang terkandung di dalam desa inklusif yang berwatak kolektivisme pluralistik, yakni pertama, merajut kembali tradisi berdesa. Desa menjadi arena masyarakat untuk bermasyarakat dan bernegara.

Kedua, memperkuat otonomi dan kemandirian desa. Ketiga, membentuk desa kuat dan berketahanan dalam tiga aspek yakni sosial, ekonomi, dan ekologis. Keempat, menumbuhkan spirit, tata nilai, institusi dan sistem demokrasi desa yang berbasis kedaulatan rakyat. Kelima, menciptakan perubahan dan kemajuan desa dengan pendekatan desa membangun dan membangun desa.

Dengan kelima makna ini, rekognisi dan restorasi republik desa merupakan jalan rekonstitusi desa sebagai upaya memutar balik pandangan irasional yang selama ini gagal menempatkan desa secara objektif-otentik.

Mahasiswa Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD”, Yogyakarta

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password