“Kids Zaman Now” Sebagai Bentuk Demoralisasi

Angelinus T. Ndarung, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan STPMD "APMD", Yogyakarta
Bagikan

Oleh: Angelianus T. Ndarung

Kabarnusantara.net – Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah “kids zaman now” atau kalau diterjemahkan adalah anak-anak zaman sekarang. Anak-anak zaman sekarang yang tentunya berbeda dengan anak-anak zaman dulu atau lawannya “kids zaman now” yaitu “kids zaman old”. Bisa dikatakan bahwa fenomena kids zaman now merupakan hal yang sedang booming sekarang di negara kita kita. Di media-media sosial seperti instagram, facebook, you tube dan media-media sosial lain fenomena kids zaman now menjadi viral.

Kids zaman now dianggap sebagai tren. Contoh konkret tindakan kids zaman now yaitu berpacaran bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa tapi juga anak kecil, anak kecil memegang gadged, gaya mengikuti trend korea, bepergian kesana-kemari dan fenomena-fenomena lainnya. Jika hal tersebut diatas tidak dilakukan maka dikatakan “tidak keren” atau kuno.
Realitas yang terjadi yaitu kids zaman now adalah suatu hal yang miris. Akan tetapi semua orang seperti terbawa “virus” kids zaman now. Bahkan orang tua seakan-akan menganjurkan anaknya untuk menjadi salah satu dari kids zaman now.

Hal tersebut ditandai dengan membolehkan anaknya untuk menonton tayangan di media sosial tentang fenomena kids zaman now atau membiarkan anaknya memegang gadged dalam jangka waktu yang lama. Itu merupakan sebuah masalah. Apalagi dengan tayangan anak kecil berpelukan bahkan berciuman, hal ini merupakan hal yang bertentangan dengan nilai yang ada dalam masyarakat.

Atau contoh lain anak-anak yang belum memiliki SIM atau masih dibawah usia 17 tahun mengendarai kendaraan bermotor atau mobil. Hal itu supaya bisa dikatakan keren meskipun banyak juga kecelakaan yang terjadi yang melibatkan anak-anak dibawah umur.

Salah satu sumber yaitu REPUBLIKA.CO.ID pada 21 November 2017 memberitakan hasil penelitian dari Uswitch.com yang menunjukkan bahwa seperempat anak-anak diseluruh dunia memiliki komputer genggam sebelum usia mereka genap delapan tahun. Ahli telekomunikasi dari Uswitch.com, Ernest Doku mengatakan bahwa sekitar dua juta anak di bawah usia delapan tahun sudah memiliki gadget.

Berdasrkan hasil survey juga satu dari tiga anak bahkan mulai menggunakan smartphone ketika berumur tiga tahun. Satu dari 10 anak bahkan menikmati gadget dalam usia lebih muda yakni dua tahun.

Fakta lain juga berkaitan dengan kids zaman now yaitu dalam hal pelanggaran lalu lintas. Menurut data Korlantas Polri 2017, korban kecelakaan terbanyak berada pada rentang usia remaja. Sekitar 8.700 orang pada usia 15-25 tahun jadi korban kecelakaan terbanyak pada tahun 2017.

Data diatas merupakan suatu bahaya besar jika diteruskan atau bahkan dibiarkan. Anak-anak yang notabene merupakan generasi masa depan bangsa bisa rusak jika terus dibiarkan berada dalam zona kids zaman now.

Penulis berasumsi bahwa kids zaman now merupakan suatu hal yang berlawanan dengan norma atau nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Bisa dibilang anak-anak zaman sekarang mengalami demoralisasi.

Demoralisasi merupakan merosotnya /akhlak sesorang yang tercermin pada perilaku yang bertentangan dengan norma dan nilai dalam masyarakat. Salah satu ahli yaitu Prof. Dr. H. Duski Samad M.A mendefnisikan demoralisasi sebagai kondidsi dimana moral tak lagi menjadi pegangan hidup dalam melakukan suatu tindakan.

Mengacu pada definisi demoralisasi yang dikemukakan prof. Dr. H. Duski Samad M.A bahwa demoralisasi sebagai kondisi dimana moral tak lagi menjadi pegangan hidup dalam melakukan suatu tindakan, hal ini sesuai dengan fenomena tentang kids zaman now. Hal ini dibuktikan dengan masalah-masalah yang sudah penulis kemukakan diawal.

Tindakan anak dibawah umur yang menjadi pelaku dalam video-video atau gambar-gambar di media sosial yang memperlihatkan mereka sedang kasmaran merupakan pemerosotan nilai moral anak-anak generasi masa depan bangsa ini. Atau anak-anak yang mengendarai kendaraan dan membuat keributan dalam masyarakat dan meresahkan tatanan kehidupan masyarakat merupakan kemerosotan moral anak muda zaman sekarang. Karena hal ini akan mengganggu kehidupan masyarakat.

Anak-anak zaman sekarang atau kids zaman now dalam bertindak tidak lagi memperhatikan nilai-nilai sosial dalam masyarakat. Mereka seolah-olah berbuat suka hati. Intinya hal itu untuk kesenangan mereka dan pada akhirnya mereka dianggap sebagi anak gaul. Perilaku-perilaku anak zaman dulu yang selalu mengikuti aturan dan sesuai dengan nilai yang ada dalam masyarakat seakan-akan hilang dan seperti “tabu” untuk dilakukan lagi. Padahal perilaku kids zaman old merupakan perilaku yang patut dicontohi dan dilakukan.

Apalagi berkaitan dengan kids zaman now yang terjebak dengan penggunaan media sosial seperti gadget. Sejatinya umur-umur masih SD atau pun SMP belum seharusnya menggunakan gadget.

Kita ketahui bahwa gadget menawarkan nilai-nilai yang buruk seperti individualis atau tidak memperhatikan orang lain dan juga gadget memuat hal-hal yang pornografi yang dapat merusak perkembangan pikiran dan bahkan merusak akhlak mereka.

Hal ini karena usia mereka yang belum matang belum mampu menyaring dengan baik hal-hal yang ada dalam gadget tersebut. Akhirnya mereka bisa menjadi pelaku kejahatan karena kemungkinan besar mereka mempraktikkan hal yang ditawarkan atau yang ada dalam media sosial . dalam hal ini gadget.

Perlunya Pengawalan Khusus untuk Anak-Anak

Kita tentunya tidak menginginkan anak-anak zaman sekarang tetap berada dalam lingkaran penyakit kids zaman now. Solusi yang penulis tawarkan disini adalah perlunya pengawasan khusus yang dilakukan oleh orang tua.

Orang tua harus menyadari tanggung jawab mereka sebagai orang tua. Orang tua tidak boleh terlalu longgar dan manja dalam mendidik anak-anak. Berkaitan dengan perilaku anak-anak yang merusak diri mereka hal tersebut harus dicegah.

Intinya adalah bahwa orang tua harus memberikan pengawasan dalam segalah tindakan anak dan perlunya menanamkan nilai-nilai yang positif kepada anak-anak sejak dini.

Mahasiswa Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD”, Yogyakarta

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password