breaking news New

Malam Natal: Siapkah Kita Dipanggil?

Siapkah kita dipilih? (Doc.Istimewa)
Bagikan

Kabarnusantara.net – Natal. Suatu kata yang sungguh bermakna dan penuh damai seiring sukacita alunan malam Kudus, bergema jagat hati. Ya, makna dalam damai bersama orang terkasih, keluarga, dan sesama.

Namun, apakah makna sesungguhnya Natal hanya sebatas itu?

Setiap orang memiliki makna natal yang unik sesuai dengan pengalaman hidupnya setiap tahun. Terlepas dari itu, ada suatu makna terdalam yang patut kita hayati ‘Dia yang Terpilih’.

Ketika Bunda Maria menerima kabar bahwa Ia akan mengandung dari Roh Kudus, (Lukas 1: 26-38), Ia pun bertanya, bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Suatu pertanyaan yang muncul dari rasa ketakutan akan betapa besar tanggung jawab yang Ia emban.

Namun, Malaikat Tuhan mencerahinya dengan kekuatan bahwa Allah memilih Dia menjadi Ibunda Yesus, Sang Penyelamat Dunia. Walaupun Bunda Maria merasa takut dan ragu akan pilihan Allah, akhirnya ia mengatakan “Ya” atas pilihan itu.

Itulah kasih Allah atas dunia ini, sehingga Ia memilih seorang yang “lemah” di mata manusia menjadi Ibunda Anaknya itu. Justru mereka yang lemah dan rendah hati itulah yang dikuatkan oleh Allah menjadi kaki tangan Allah.

Pertanyaan yang sama patut kita lontarkan terhadap diri kita masing-masing, apakah kita bersuka cita atas keterpilihan kita? Allah memilih kita entah sebagai Bapa keluarga atau Ibu, sebagai Imam, Suster, Bruder maupun segala tugas kita di berbagai instansi. Semua itu adalah panggilan.

Apakah kita memaknainya sebagai kasih Allah atas hidup kita untuk menjadi ‘orang yang dipilih’? Jika kita mampu melihat kasih Allah atas hidup kita, maka kita pun mampu membagikan kasih itu kepada sesama. Semoga Amores…(Richardo Ronald/KbN)

_ Rambutan, Desember 2017

Terkhusus untuk mereka yang akan menjadi pemimpin, mereka adalah ‘Orang yang dipilih’

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password