breaking news New

Pilgub NTT : Pencitraan vs Unseen Behaviour

(Foto: Dok. Pribadi Josep Gae Luna)
Bagikan

Sebaliknya, cagub yang tidak berintegritas, sebaik apapun visi, misi & programnya, pelaksanaannya belum tentu diwujudkan.


Pesawat pribadi, motor trail, tajir & macho. Pencitraan oleh sementara cagub. Dalam situasi kemudahan akses informasi seperti saat ini, pencitraan menjadi metode penting yang dijalankan oleh team sukses para cagub. Padahal, kewarasan pemilih menuntut keaslian pribadi apa adanya dari para cagub. Hal yang sebenarnya tidak terlalu sulit untuk diketahui.

Pertama, fokus pada integritas cagub, karena integritas itu ada dalam diri cagub dan tidak bisa dibohong oleh pencitraan.

Kedua, abaikan dulu visi, misi & program, karena hal ini dapat mengaburkan telisik integritas yang hendak dilakukan. Karena pribadi yang berintegritas akan menjamin konsistensi pelaksanaan visi, misi & program dari cagub. Sebaliknya, cagub yang tidak berintegritas, sebaik apapun visi, misi & programnya, pelaksanaannya belum tentu diwujudkan.

Integritas bisa menjadi “unseen behaviour” atau perilaku tersembunyi yang dapat menjadi indikator integritas cagub. Karena para cagub ini adalah mantan dan current pejabat publik, maka telisik integritas mereka menjadi lebih mudah karena “track-record” bisa ditelusuri. Namun, unseen-behaviour tetap penting ditelusuri atau dipertanyakan demi kesejatian diri cagub agar diketahui publik. UU No, 14 Thn. 2008 mengamanatkan hak publik untuk mengetahui jati diri para pejabat publik. Diharapkan para cagub juga membuka diri terhadap pertanyaan-pertanyaan dan keingintahuan publik mengenai “unseen behaviour” mereka, bila ditanyakan.

Beberapa pertanyaan penuntun untuk mengetahui “unseen behaviour” para cagub:

1) Perilaku terhadap uang.
Bagaimana kebijakan keuangan pribadi mereka, harta mereka, bagaimana mendapatkan harta mereka? Apakah ada tanda-tanda manipulasi / korupsi? Check di back-yard mereka, di tempat kerja mereka, bukan di atas kertas laporan resmi yang biasanya manis-manis.

2) Perilaku terhadap sesama & bawahan.
Apakah ada hormat & empati atau manipulasi? Adakah sesama atau bawahan yang pernah menangis karena kebijakan sang cagub? Sekali lagi abaikan laporan formal prosedural mengenai hal ini.

3) Perilaku terhadap sex.
Ini urusan privat, tapi justeru sangat memenuhi kriteria “unseen behaviour” yang dapat menjadi parameter penting integritas. Kesewenangan perilaku sex adalah watak tidak terpuji seorang pemimpin yang harus dihindari. Cek dan tanyakan kepada cagub dan orang-orang terdekat dia.

Pemimpin yang tidak berintegritas ketika diberikan kekuasaan, akan sangat berbahaya. Karena di tangan mereka, kekuasaan bisa disalahgunakan, dimanipulasi bahkan tanpa rasa bersalah mengorbankan bawahannya. Betul mereka akan dikawal hukum dan UU dalam menjalankan kekuasaannya, tapi kenyataan di negeri ini hukum bisa dipecundangi, tumpul keatas. Pemimpin tanpa integritas biasanya bersahabat dengan “mafia” hukum di negeri ini. Nah ini juga cara telisik integritas cagub: siapa sahabat mereka di kalangan penegak hukum? Bagaimana riwayat mereka bila ( pernah ) berurusan dengan hukum?

Bagi saya persyaratan integritas itu harga mati, tidak bisa diabaikan begitu saja. Walaupun propinsi miskin, tapi gubernurnya harus yang berintegritas. Jangan malu-maluin, sudah miskin, nol pula integritas gubernurnya. Setelah memastikan integritas cagub, baru telisik visi, misi & programnya yang dapat mengeluarkan NTT dari kemiskinan. Jangan terbalik.

Oleh : Josep Gae Luna, Tokoh Asal Ngada

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password