breaking news New

Perjuangan Didimus Lestarikan Tarian Ndundu Ndake Ikat Keberagaman di Reok

Bagikan

RUTENG, Kabarnusantara.net – Pria bersemangat baja ini menjinjing Tas hitam sambil sesekali mengusap keringat yang membasahi keningnya. Guratan halus sekitar matapun nampak jelas ketika Dia tersenyum lebar.

Didimus Alfonsus Dahur, seorang ASN yang bekerja sebagai Guru di SMPN 1 Reok adalah sosok Pria tangguh. Di usianya yang tak muda lagi Didimus memiliki semangat layaknya Anak muda. Demi melestarikan Tarian Ndundu Ndake Didimus lebih berusaha keras untuk mencapainya.

“Hidup ini kan perjuangan. Saya memperjuangkan ini juga karena Saya cinta dengan Budaya Manggarai” kata Didimus saat ditemui Wartawan pada Selasa (27/11/2017) usai melatih Peserta Tarian Ndundu Ndake di Reok.

Dengan pengalaman dan bekal seadanya, Didimus memulai perjuangannya melestarikan Tarian Ndundu Ndake yang tampak abstrak. Mengeluarkan kemampuannya tanpa tahu bagaimana kelanjutan hasilnya. Perjuangan itu memakan waktu beberapa bulan hingga tiba saatnya berbuah manis. Perjuangan Didimus pun terjawab pada momen Hari PGRI yang ke 72 dan Hari Guru Nasional yang ke 23.

Waktu bergulir secepat angin. Tak terasa perjuangan Didimus mencuat ke ruang publik. Ini sekian kalinya Didimus membuktikan perjuangannya.

“Buat apa Kita melestarikan Budaya luar di Manggarai sementara Budaya Kita juga tidak kalah bagusnya” ungkap Didimus.

Dalam melestarikan Tarian Ndundu Ndake Didimus membuktikan bahwa keterbatasan materi tidak menghalangi dirinya untuk melestarikan Tarian Ndundu Ndake.

Baginya, Tarian Ndundu Ndake dapat dipublikasikan untuk menarik minat Wisata Asing maupun Manca Negara untuk datang ke Manggarai, secara khusus datang ke Reok sebagai Wilayah Destinasi Pantai Utara (Pantura).

Selain itu, kata Didimus, Tarian Ndundu Ndake bisa diartikan sebagai sebuah bentuk Pendidikan Budaya dimana Guru juga menjadi Aktor sumber Budaya untuk memberikan Pendidikan Budaya kepada generasi Anak Manggarai.

“Tarian Ndundu Ndake sebagai Tarian Tradisional orang Manggarai yang telah diwariskan oleh Nenek Moyang. Tarian Ndundu Ndake ini juga merupakan ungkapan kegembiraan Masyarakat Manggarai yang menunjukan semangat dan kemandirian. Oleh karena itu, marilah Kita melestarikan Budaya sendiri” tuturnya.

Siang itu tepat Pukul 11.15 Wita, Didimus kembali mengusap keningnya yang berkeringat dibawah panasnya terik matahari, seakan tak ingin berhenti membuktikan perjuangannya dalam melestarikan Tarian Ndundu Ndake di Reok.

Di tempat itu ada sejumlah Anak – Anak Sekolah yang berasal dari berbagai SD, SMP dan SMA, baik Sekolah yang beridentitas Katolik maupun Sekolah yang beridentitas Islam. Perjuangan Didimus mempertemukan Mereka dalam Tarian Ndundu Ndake akhirnya mengikat keberagaman di Reok.

Didimus melatih mereka dengan semangat tanpa kenal lelah. Anak – Anak Sekolah yang beragama Islam pun diajar dan dilatih untuk mengenal Tarian Ndundu Ndake itu.

Tiba saatnya Didimus membuktikan perjuangannya dihadapan Pemerintah Kecamatan Reok yang hadir memperingati HUT PGRI di Lapangan Barangkolong Reok.

Semua Penari menjalankan instruksi dengan baik tanpa ada satu pun skenario yang salah. Sentak para Penonton pun tepuk tangan melihat dan menyaksikan keberagaman para Penari yang bisa membuktikan kehebatannya.

Didimus berharap agar Tarian Ndundu Ndake yang bertajuk Budaya Manggarai ini akan dipraktekan generasi Manggarai untuk memperikat keberagaman Suku, Agama, Ras dan Golongan di Reok.

Penulis: Berto Davids.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password