breaking news New

Anak Laki-Laki Malas Belajar, Ini Alasanya!

Ilustrasi
Bagikan

Oleh: Febriandrini Kumala

Kabarnusantara.net – Seberapa sering terdengar komentar orang tua yang membedakan bagaimana beruntungnya mereka yang memiliki anak perempuan, karena lebih menurut bila disuruh belajar? Sementara mereka yang memiliki anak laki-laki mengeluh susahnya membuat anak laki-laki untuk belajar.

Anak perempuan suka membaca, dan anak laki-laki tidak suka membaca. Anak perempuan bisa duduk diam, anak laki-laki hanya bisa diam selama 5 menit, lalu mulai berlarian ke penjuru  ruangan. Nah, sebenarnya apa penyebab anak laki-laki tidak suka belajar?

Hal pertama yang harus orang tua perhatikan adalah belajar itu tidak hanya untuk mengetahui sesuatu, atau yang disebut sebagai pengetahuan eksplisit (know-what). Namun, belajar juga untuk mendapatkan pengalaman dan mengembangkan intuisi, yang disebut sebagai pengetahuan tacit atau know-how. Yang membedakan anak laki-laki dengan anak perempuan adalah, anak laki-laki cenderung belajar pengetahuan tacit lebih dahulu, yang diikuti dengan pengetahuan eksplisit.

Sehingga, mereka membutuhkan kegiatan eksplorasi lebih besar dibanding anak perempuan yang bisa diminta duduk manis mengerjakan soal. Bila ada anak laki-laki yang dilaporkan hiperaktif, coba cek dulu bagaimana kegiatan yang sudah dilakukan.

Jika hanya monoton duduk menulis, membaca, dan menggambar, pasti anak laki-laki akan memilih untuk keluar bereksplorasi.

Lalu, perlu disadari bahwa anak laki-laki memiliki ego dan gengsi lebih besar daripada anak perempuan. Biasanya karena anak perempuan lebih matang perkembangan motoriknya, banyak anak perempuan yang menduduki klasemen teratas siswa terbaik.

Tentu, mana ada anak laki-laki yang mau didudukkan sama dengan anak perempuan. Sehingga, mereka lebih memilih untuk jadi anak bawang saja, dan bergabung dengan teman-temannya yang laki-laki. Ditambah dengan mayoritas guru lebih sering memberikan penghargaan kepada anak yang duduk diam, membuat anak laki-laki menjadi tidak suka dengan guru dan akhirnya malas belajar.

Hal ketiga yang penting untuk diketahui orang tua adalah anak laki-laki yang pintar biasanya memilih untuk tidak mengerjakan soal karena malas menulis, atau malas karena soalnya dianggap terlalu ‘cewek’.

Soal yang dianggap terlalu ‘cewek’ misal seperti soal matematika tentang berbelanja ke pasar, sementara kalau ‘cowok’ harusnya tentang bersepeda, naik gunung, dan sebagainya.

Selain itu, anak laki-laki akan malas belajar bila mereka merasa tidak mendapatkan tantangan dan penghargaan yang jelas. Menurut mereka, prestasi itu sesuatu yang abstrak, nilai rapor pun hanya sekedar angka di atas kertas. Sehingga, memotivasi anak laki-laki untuk mau belajar harus menggunakan penghargaan yang jelas.

Oleh karena itu, janganlah berkecil hati dulu bila melihat nilai ulangan anak laki-laki yang buruk. Coba observasi dan adakan konsultasi intensif dengan menanyakan apa pendapatnya tentang materi pelajaran dan soal yang diberikan.

Perlu diingat pula bahwa energi anak laki-laki lebih besar dibanding anak perempuan. Bila perlu, coba dulu untuk melakukan eksplorasi sebelum beranjak ke elaborasi teori sekaligus memberi penghargaan jika anak berhasil melakukan eksplorasi dengan sungguh-sungguh. Sehingga, anak laki-laki pun akan termotivasi  untuk belajar.

Mahasiswi Psikologi UST, Yogyakarta

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password