breaking news New

Perjalanan Politik Benny K Harman

Calon Gubernur NTT, Benny K Harman
Bagikan

Kabarnusantara.net – Benny Kabur Harman (BKH) adalah seorang politikus asal Flores, Nusa Tenggara Timur yang sudah tiga kali menjadi anggota DPR RI.  Ia juga tercatat sebagai pendiri sekaligus Direktur Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) mulai tahun 1995 hingga 1998.

Selain itu, Benny juga mendirikan Center for Information and Economic-Law Studies (CINLES) dan juga berposisi sebagai direktur eksekutif.

Benny juga mendirikan Center for Information and Economic-Law Studies (CINLES) dan juga berposisi sebagai Direktur Eksekutif.

Benny K. Harman pun  pernah  terpilih menjadi salah satu anggota Komisi II DPR-RI mewakili Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia pada Pemilihan Umum 2004.

Di awal- awal reformasi, ia bersama Garuda Nusantara mendirikan kantor pengacara (law firm) Kantor Hukum Nusantara, Harman & Partners.

Bersama aktivis lainnya Benny pun membentuk sejumlah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan organisasi massa lainnya. Sebut saja FITRA (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran), Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesian (PBHI),Pusat Studi Hukum Lingkungan Indonesia (Indonesian Center for Enviromental Law atau ICEL), dan beberapa LSM lainnya.

Menjadi aktivis LSM membuat nama Benny menjadi “rebutan” beberapa rekannya yang sudah lebih dulu menjadi kader salah satu partai politik (parpol).

Masuk ke panggung politik tanah air sejatinya bukan sebuah pilihan Benny, melainkan sebuah konsekwensi dan tuntutan perjuangan membela rakyat lemah.

Sebagaimana pesan almarhum sang ayah, hidup itu harus bermanfaat untuk orang banyak. Saat itu Benny menilai, perjuangannya untuk orang banyak akan berhasil jika masuk dalam sebuah sistem.

Tahun 2004 oleh salah seorang sahabatnya yang kini sama-sama memimpin Komisi III DPR RI, Trimedya Panjaitan, Benny diajak bergabung dan menjadi caleg (calon legislatif) di PDI Perjuangan.

Bersamaan dengan itu, ia pun diminta mewakili Dapil Flores dan sekitarnya (NTT) menjadi caleg Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Lewat Partai besutan Edy Sudrajat inilah untuk pertama kalinya Benny terpilih menjadi anggota DPR mewakili Dapil NTT.

Sayangnya, di DPR, PKPI tidak cukup untuk bisa menjadi sebuah fraksi. Ia pun kemudian bergabung dengan Partai Demokrat yang dinahkodai oleh Presiden keenam Indonesia, SBY.

Menjadi anggota DPR untuk pertama kalinya dirasa Benny sangat berbeda dengan ketika ia menjadi seorang aktivis. Ketika menjadi aktivis ia dapat bebas bergerak tanpa aturan.

Namun ketika menjadi anggota DPR ia harus mengikuti aturan yang kadang tidak sesuai dengan prinsip hidupnya. Meski demikian, ia tetap kritis, dan kokoh memegang idealisme dirinya.

Di periode berikutnya, Benny kembali terpilih menjadi anggota DPR RI. Di masa ini, ia tidak hanya menjadi anggota Komisi III. Ia didapuk duduk di kursi pimpinan di komisi yang membidangi masalah hukum, HAM dan keamanan.

Menjadi Ketua Komisi III merupakan hal yang sangat menantang bagi dirinya. Pasalnya, di komisi inilah masyarakat menaruh harapan besar untuk memperoleh keadilan. Di tahun berikutnya ia kembali terpilih menjadi anggota DPR RI, sekaligus kembali menjadi pimpinan Komisi III DPR.

Ia tak canggung bersuara keras mengkritisi sejumlah kasus yang terjadi di masyarakat. Seperti kasus yang menimpa seorang pelajar SMKN 3 di Palu yang terancam hukuman 5 tahun penjara karena kedapatan mencuri sandal. Ia berjuang agar anak tersebut terbebas dari hukuman 5 tahun penjara.

Pada masa kerja 2014-2019 Benny bertugas sebagai Wakil Ketua Komisi III yang membidangi hukum, HAM dan keamanan.

Di tengah banyaknya politikus tuna-idealisme, Benny K Harman merupakan satu dari sedikit politikus yang konsisten, tegas, dan disiplin.

Idealismenya tak lekang dimakan waktu, jiwanya yang religius tak tergoyahkan oleh zaman. Tak berlebihan jika kemudian rekan-rekannya mengenal Benny sebagai politikus nasionalis religius.

Saat ini Benny K Harman memilih kembali ke NTT untuk mencalonkan diri menjadi Gubernur NTT Periode 2018-2023. Benny K Harman berpasangan dengan Benny Alexander Litelnoni dengan mengusung paket HARMONI dengan tagline paket Kebhinekaan.

Pendidikan

  • SD Katolik Denge Flores, NTT (1977)
  • SMP Tubi Ruteng Flores, NTT (1977)
  • SMA Seminar ST. Pius XII Kisol Flores (1982)
  • Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang (1987)
  • Magister Hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia Jakarta (1997)
  • Doktor dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia Jakarta (2006)

Perjalanan Politik

  • Anggota DPR RI FPKPI (Partai Keadilan dan Persatuan) tahun 2004-2009 (satu-satunya caleg terpilih dari PKPI saat itu dan caleg terakhir PKPI di DPR RI).
  • Berpasangan dengan Alfred M Kase untuk maju sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2008
  • Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Ma­lang (1986-1987)
  • Ketua Bidang Pengembangan Legislator Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKP Indonesia. (2004 – 2009)
  • Ketua Komisi III Bidang Penegakan Hukum, Pemberantasan Korupsi, dan Hak Asasi Manusia DPR RI (2009-2012)
  • Wakil Ketua Komisi VI bidang BUMN, Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan DPR RI serta Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI (2012-2014)
  • Ketua Departemen Penegakan Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat
  • Wakil Presiden South-East Asian Parliamentarian Forum Against Corruption (2005-2010)—bagian dari organisasi parlemen dunia untuk antikorupsi.
  • Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) (1989)
  • Anggota Badan Pe­kerja Lembaga Studi dan Advokasi Independen Peradilan (LeIP) (1999)
  • Mendirikan SETARA Institute for Democracy (2006, bersama dengan Gus Dur)
  • Bersama sejumlah tokoh hukum seperti Jaksa Agung RI, Basrif Arief, SH, mendirikan National Institute for Legal-Constitutional Government (2008)
  • Mendirikan Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) (1996).
  • Direktur Pengkajian Strategis PBHI hingga 1998.
  • Direktur Center for Information and Economic-Law Studies (CINCLES) (1999)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password