breaking news New

PMKRI Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Segera Usut Tuntas Kasus OTT Iptu Aldo

Peserta aksi
Bagikan

RUTENG, Kabarnusantara.net – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng Santu Agustinus kembali mengelar aksi di Mapolres Manggarai, Senin, 24 Januari 2018. Sebelumnya, PMKRI melakukan aksi unjuk rasa pada tanggal 9 dan 16 Desember 2017.

Dalam aksi hari ini, PMKRI Ruteng menuntut agar mengusut tuntas berbagai persoalan yang melibatkan oknum polres Manggarai dan dugaan korupsi yang terjadi di Manggarai dan Manggarai timur.

PMKRI Ruteng juga kembali menyoroti Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap mantan Kasat Reskrim Polres Manggarai, Iptu Aldo Febrianto.

Menurut organisasi mahasiswa ini, OTT itu memprihatinkan. “Institusi yang sejatinya menegakan hukum dalam pemberantasan kasus korupsi justru menjadi pelaku dan menodai kewibawaan institusi Polri,” kata Servasius Jemorang, Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI.

Menurutnya, ada kejanggalan dalam penanganan kasus OTT mantan Kasat Reskrim Polres Manggarai tersebut. “Penanganan yang lamban dan tidak transparan dalam penanganan kasus tersebut merupakan rentetan fakta yang menguatkan dugaan PMKRI Cabang Ruteng adanya konspirasi antara Polres Manggarai dan POLDA NTT untuk melindungi pelaku,” ujar dia.

Selain itu, PMKRI menilai POLRES Manggarai dan POLDA NTT tidak ada komitmen yang serius dalam memberantas kasus korupsi.

“Dugaan kuat, kasus OTT ini merupakan muara dari praktik korupsi yang masif dilakukan oleh oknum-oknum polres Manggarai. Pasca mantan kasat reskrim terjaring OTT banyak keluhan dari pihak yang selama ini menjadi korban,” kata Engelbertus Apri Mantur, Sekretaris Jenderal PMKRI.

Terkait keluhan itu, voxntt.com pernah memberitakan bahwa Direktur PT Manggarai Multi Investasi (MMI) dimintai untuk memberikan jatah proyek pengadaan material rumah murah tahun anggaran 2017 yang ditangani PT MMI.

Florespost.co juga pernah mengangkat soal pengakuan dari 6 orang tersangka penambang pasir Wae Reno yang memberikan uang jaminan penangguhan penahanan sebesar 60 Juta kepada mantan kasat reskrim.

Selain itu, pemilik drum truck dan eksavator mengaku telah menyerahkan uang jaminan senilai 140 Juta ke bagian Tipiter.

Berdasarkan fakta tersebut, PMKRI Ruteng menduga bahwa tindakan yang dilakukan oleh Mantan Kasat Reskrim itu merupakan modus pemerasan. (KbN)

Editor : Steven

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password