Beranda Politik Pengamat : Demokrasi Indonesia Bukan Demokrasi Liberal

Pengamat : Demokrasi Indonesia Bukan Demokrasi Liberal

0

KabaKabarnusantara – Demokrasi Indonesia bukan demokrasi liberal sebagaimana negara negara barat mengembangkannya. Demokrasi Indonesia, merupakan demokrasi Pancasila yang mencakup demokrasi politik, demokrasi ekonomi, dan demokrasi sosial. Meskipun dalam perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara kita masih di dominiasi oleh demokrasi politik, sehingga pembangunan demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan sosial belum bisa terwujud.

Demikian pandangan pengamat politik NTT Dr.H.Ahmat Atang yang di sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Anggota MPR RI Syafrudin Atasoge.M.Pd yang di selenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam Cabang kupang (20/4-2018)

Demokrasi bukanlah tujuan tetapi hanya sebatas alat untuk mencapai tujuan dan cita-cita tertinggi setiap negara yaitu kesejahteraan dan keadilan masyarakat.

“Yang dalam kontek indonesia tujuan dan cita-cita negara tersebut tertuang di dalam pancasila. Maka dengan itu demokrasi, terutama dalam konteks Indonesia, bukan sekedar prosedur tetapi juga sistem yang mengandung cita-cita substansial yang juga merupakan cita-cita ideal seluruh masyarakat yakni keadilan sosial. Dengan sistem demokrasi itu, diharapkan kesejahteraan dan kemakmuran di berbagai segi kehidupan bisa merata dan bisa di nikmati oleh seluruh rakyat Indoensia, dan bukannya oleh segelintir orang atau kelas tertentu sebagai pemilik modal,” jelas Ahmat Atang.

Dalam implementasinya, demokrasi politik yang bersumber dari nilai-nilai pancasila terus berjalan dengan baik mengikuti norma dan berkembang di tengah masyarakat melalui momemtum-momentum pemilihan umum.

Meskipun banyak kalangan yang menilai bahwa Demokrasi pancasila di Indonesia terkesan hanya untuk mereka dengan tingkat kesejahteraan ekonomi yang cukup. Sedangkan bagi golongan ekonomi bawah, demokrasi belum memberikan dampak ekonomi yang positif buat mereka. Inilah tantangan yang harus dihadapi dalam masa transisi.

Demokrasi masih terkesan isu kaum elit, sementara ekonomi adalah masalah riil kaum ekonomi bawah yang belum diakomodasi dalam proses demokratisasi. Ini adalah salah satu tantangan terberat yang dihadapi bangsa dan daerah saat ini.

Dalam sambutan pengantarnya, Anggota MPR RI utusan DPD RI Syafrudin Atasoge menyampaikan harapannya bagi generasi muda khususnya para mahasiswa untuk terlibat dalam menyikapi kondisi bangsa saat ini secara kritis dan solutif berupa gagasan cerdas untuk kepentingan bersama dalam mewujudkan kesejahteraan bersama. (CBN)