Pengamat : Pembuat dan Penjual Minuman Oplosan Harus Dihukum Seumur Hidup

0
147

Kabarnusantara.net – Minuman keras oplosan dengan kadar alkohol hingga 70-90% sangat berbahaya. Risikonya, selain merusak sel-sel dalam organ tubuh yang menyebabkan kematian, juga menimbulkan perbuatan kejahatan serta merusak generasi bangsa.

Setiap tahun, korban minuman oplosan semakin meningkat. Faktornya adalah minuman oplosan ini dapat diperoleh dengan mudah dan murah. Selain itu penegakan hukum kita masih lemah.

Menurut dosen hukum pidana Universitas Bung Karno, Azmi Syahputra, aparatur hukum seolah “saling diam” sehingga tidak peduli dengan fungsinya sebagai penegak hukum. Mereka bahkan, tidak hadir sebagai aparat yang harus berfungsi preventif.

“Akibatnya aparatur tipe ini seperti “menjadi pelindung” bagi penjual maupun pembuat minuman opolosan ini. Ini adalah masalah berkaitan dengan uang besar, pemainnya mafia berkedok atas nama pengusaha dan aparatur hukum,” kata Ketua Asosiasi Ilmuwan dan praktisi Hukum Indonesia (ALPHA) ini.

Mereka, kata Azmi, mendapatkan kompensasi tertentu dari kegiatan penjual atau produksi minuman oplosan ini.

Menurut Azmi, langkah yang tepat adalah memperkuat peran lingkungan masyarakat. Di tingkat lebih serius, Azmi menginginkan hukuman yang maksimal agar sistem peradilan pidana bekerja secara sinergis dan optimal.

“Sehingga ada kesatuan tindakan antara polisi, jaksa dan hakim agar pelaku penjual dan pembuat minuman oplosan dihukum seberat-beratnya untuk efek jera,” jelasnya.

Minuman oplosan, lanjut Azmi, sangat membahayakan keamanan nasional dan berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Maka perlu hukuman maksimal. Jika perlu dengan dakwaan yang berlapis yakni pembunuhan berencana, menjual tanpa izin, manipulasi pajak, jerat pula dengan undang undang pangan. Agar pelaku penjual dan pembuat minuman oplosan merasa takut atau terancam untuk melakukan kgiatan ini,” tegas Azmi.

Dijelaskan Azmi, perlu formulasi penerapan pasal pembunuhan sejak awal di tingkat kepolisian bagi penjual dan pembuat minuman oplosan yang dengan unsur sengaja mengetahui perbuatan dan akibatnya.

Bahkan, Azmi mengusulkan, perlu dibuat regulasi tambahan dan sanksi baru berupa sanksi seumur hidup dan sanksi denda maksimal bagi penjual dan pembuat minuman oplosan ini karena melihat dampaknya yang masif, menimbulkan kejahatan yang lebih besar dan merusak generasi bangsa.

“Korbannya sudah banyak harus dirawat di rumah sakit, ada yang cacat, ada yang meninggal sehingga sanksi selain pidana penjara seumur hidup dan denda patut diterapakn. Maka negara melalui aparatur dan organ lembaganya harus bergerak cepat dan terarah melindungi warganya,” ujar dia.

Negara tidak boleh diam. Jika diam maka negara dapat dianggap melakukan pembiaran sehingga dapat diminta pertanggungjawaban pidana. (Steven/CBN)