Beranda Nasional Pengamat Sebut Prabowo Blunder Pilih Sandiaga Uno

Pengamat Sebut Prabowo Blunder Pilih Sandiaga Uno

0

Jakarta – Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie kembali mengungkapkan analisisnya terkait pertarungan antara Jokowi dan Prabowo di pilpres mendatang. Menurut Jerry, latar belakang Prabowo Subianto menggandeng Sandiaga Uno untuk menggaet kalangan generasi milenial dinilainya salah langkah. Kenapa?

Jerry Massie membagi analisanya dalam pemetaan dari beberapa daerah. Jawa Barat disebut Jerry Massie wilayah lumbung suara Gerindra PKS atau white province. Namun tahun 2019 mendatang ia meramal akan bergeser. Sedangkan geopolitik Jawa Timur yang disebutnya green province masih milik Partai PKB. Disini Jokowi masih sangat kuat. Apalagi Jawa Tengah atau Red Province dipegang PDIP. Disini Jokowi berjaya.

Menurut Jerry Massie, di atas kertas Jokowi masih unggul. Suara ulama atau kaum umat terbelah dan bisa ke Jokowi 65 persen. Suara wajib pilih di daerah saat Jokowi kalah 2014, misalkan Sumbar, Bangka Belitung, Riau, NTB, Jawa Barat bisa di take over Jokowi.

Ditambah lagi sampai saat ini kekuatan relawan Jokowi masih sangat solid.

Dalam duel pilpres kali ini Prabowo akan kerja keras. Pasangan Prabowo-Sandiaga Uno yang sama-sama berasal dari Partai Gerindra tentu akan sulit membendung kekuatan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Malahan kantong Prabowo seperti Jabar, Banten, Sumbar, Babel, NTB, Aceh bisa direbut Jokowi lewat pasangannya Ma’ruf Amin,” paparnya dalam diskusi publik yang mengusung tema ‘Membaca Harapan Publik Dalam Pilpres 2019’ di Salemba-Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Menurut Jerry, jika Prabowo nantinya mengandalkan voters pemilih pemula atau milineal yang berjumlah 80 juta dari 196,5 juta total pemilih pada pilpres tahun depan dengan memanfaatkan usia muda pasanganya, maka akan ada sedikit kejutan untuk Prabowo.

Akan tetapi semua itu masih sangat bergantung strategi mesin partai dan tim sukses yang bekerja lewat konsep, isu politik dan rancangan program yang akan ditawarkan ke publik.

“Kemungkinan Sandiaga menggaet pemilih pemula dan milenial itu memungkinkan tapi Jokowi juga memiliki basis dikalangan pemilih tersebut. Intinya bagi saya keputusan Prabowo memilih Sandiaga Uno sebagai cawapres sangat keliru. Bagi saya lebih baik memilih orang seperti Aher ketimbang Sandiaga. Barangkali memilih dalam kebingungan,” tutup Jerry. (CBN)