Beranda Pendidikan Mahasiswa Peringati Hari Pendidikan, Mahasiswa Manggarai di Malang Gelar Tarian Caci

Peringati Hari Pendidikan, Mahasiswa Manggarai di Malang Gelar Tarian Caci

0
Photo: Argo Nganta

MALANG, Kabarnusantara.net – Mahasiswa manggarai yang ada di kota Malang menggelar pertunjukkan tarian Caci di lapangan bola sepak Ajendam V Brawijaya kota Malang, Selasa (1/4/2018).

Pertunjukkan ini digagas oleh salah satu komunitas Mahasiswa Manggarai yang ada di Malang yaitu Komunitas Seni Tari Nucalale (Ksatria Nucalale).

Kegiatan ini mengusung tema “ Peran Mahasiswa dalam Melestarikan Budaya Manggarai”. Selain itu kegiatan ini juga digelar untuk menyambut hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2018.

Kegiatan kali ini terasa sangat menarik dan istimewa. Setelah sempat vakum dalam beberapa tahun, akhirnya pagelaran tarian Caci seperti ini baru terselenggara kembali di kota Malang. Selain itu, warga Manggarai Malang Raya antusias untuk hadir menyaksikan pertunjukkan tarian Caci.

Tak hanya mahasiswa, para orang tua Manggarai di kota Malang yang hadir menambah nuansa kebudayaan saat pertunjukkan berlangsung. Maklum pertunjukkan kali ini seakan mengobati kerinduan warga Malang yang telah lama tidak menyaksikan tarian Caci.

Ewaldus Dedeng selaku ketua Panitia dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini sejatinya merupakan agenda dari komunitas Ksatria Nucalale dengan maksud supaya generasi muda Manggarai Kota Malang tetap melestarikan budaya Manggarai khususnya tarian Caci, meskipun berada jauh dari Manggarai.

Dengan persiapan kurang lebih satu bulan, kegiatan ini dapat terlaksan berkat usaha dan kerja keras bersama dari para anggota komunitas Ksatria Nucalale dan para orang tua Manggarai di kota Malang, para donatur serta berbagai pihak yang dengan caranya sendiri telah membantu menyukseskan kegiatan ini.

Pertunjukkan tarian Caci kali ini dimulai sekitar pukul 07.00 pagi sampai pukul 16.00 sore dengan diawali oleh Danding yang dibawakan oleh Komunitas Kstaria Nucalale sebagai mori beo (tuan rumah) dan Ronda dibawakan oleh komunitas IKAMATRI (Ikatan Mahasiswa Manggarai Tribuana Malang) sebagai meka landang (tamu) dalam pertunjukkan tarian caci kali ini. Setelah itu, pertunjukkan tarian Caci pun dimulai.

Para penonton pun semakin larut dalam euforia, karena kedua kubu masing- masing menampilkan petarung-petarung hebat. Para penonton merasa puas dan senang melihat reba-reba Manggarai dari tuan rumah dan tamu beradu ketangkasan dalam bermain caci. Meskipun sudah lama di tanah rantau, hal itu seakan tidak menjadi hambatan bagi para penari Caci untuk menunjukkan kebolehanya dalam mengadu ketangkasan.

Sesekali para penonton dibuat tertawa terbahak-bahak melihat aksi para petarung, ditambah lagi paci dan lomes para petarung yang ingin menunjukkan kekhasannya masing-masing.

Pertunjukkan tarian caci kali ini mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak. Tidak hanya dari para orang tua, tetapi juga para mahasiswa Manggarai di kota Malang yang memadati lapangan Ajendam V Brawijaya. Panggung seperti ini tentunya sangatlah diperlukan sehingga bisa menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk menyalurkan bakatnya.

Kegiatan seperti ini diharapkan bisa memberikan pemahaman ke generasi muda dalam hal ini para mahasiswa akan pentingnya pelestarian budaya, apa lagi tarian Caci yang sudah mendunia jangan sampai generasi muda tidak mampu meneruskan dan melestarikan warisan para leluhur.

Hal ini kemudian ditegaskan oleh Seva sebagai salah satu peserta Caci dan juga yang mengkoordinir penari Caci dari meka landang (tamu) menegaskan hal yang sama mengapresasi terselenggaranya kegiatan ini.

“Kegiatan seperti ini sangatlah penting bagi pelestarian budaya, mengingat banyak generasi muda sekarang yang sudah mulai lupa akan budaya Manggarai secara khusus yang sedang berada di tanah rantau,” katanya.

Selanjutnya pria yang berasal dari kecamatan Ruteng ini, juga mengharapkan kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin bagi para mahasiswa Manggarai yang ada di Malang ke depannya.

Pertunjukkan tarian Caci ditutup oleh danding bersama yang diikuti oleh para panitia, meka landang, para orang Tua dan para Mahasiswa yang hadir dan seakan menambah kemeriahan serta nuansa kebudayaan. (CBN)

(Kontributor: Andri Rahmat, anggota Komunitas Ngobrol Pintar atau Ngopi Malang)