breaking news New

Elektabilitas Jokowi Cenderung Meningkat

Direktur Indopolling Network Jakarta, Wempy Hadir.
Bagikan

Jakarta, Kabarnusantara.net – Direktur Indopolling Network Jakarta, Wempy Hadir menilai hasil survei persepsi publik yang dilakukan oleh Litbang Kompas pada 26 September hingga 8 Oktober 2017 menujukan beberapa hal.

Yang pertama, kata dia, dari hasil survei tersebut terlihat bahwa kepuasaan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-JK mengalami trend peningkatan dari tahun 2015 hingga 2017.

“Misalnya saja pada tahun 2015 kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi-JK sebesar 54,3 persen. Sementara pada tahun 2016 sebesar 65,9 persen. Sedangkan pada tahun 2017 mengalami peningkatan menjadi sebesar 70,8 persen,” kata Wempy kepada Kabarnusantara.net, Jumat (20/10/2017) di Jakarta.

Ia menjelaskan, peningkatan kepuasaan publik tentu merupakan konfirmasi dari implementasi program Nawacita Jokowi-JK. Publik sudah mulai merasakan kinerja dari pemerintahan Jokowi-JK.

“Hal tersebut sangat tergambar dengan jelas melalui respon kepuasaan yang positif dari publik. Tren kepuasaan ini menurut saya akan terus meningkat seiring dengan sedang berjalannya berbagai program Nawacita Jokowi-JK,” jelasnya.

Yang kedua, tambah dia, adalah soal kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Jk secara umum, survei Litbang Kompas juga meng-capture terkait dengan isu soal politik dan keamanan, penegakan hukum, ekonomi dan kesejahteraan sosial.

“Publik menilai bahwa pemerintahan Jokowi-JK berhasil dalam bidang politik dan keamanan sebesar 76,4 persen, sementara penegakan hukum sebesar 61,0 persen, ekonomi sebesar 55,1 persen dan kesejahteraan sosial sebesar 72,8 persen,” katanya.

Point yang ketiga adalah soal elektabilitas Jokowi dengan beberapa kompetitor untuk pilpres 2019 menujukan bahwa elektabilitas Jokowi saat ini sebesar 46,3 persen, sementara pesaing lama Jokowi yakni Prabowo Subianto sebesar 18,2 persen. Ada 11,9 persen memilih tokoh lain dan 23,6 persen yang menyatakan tidak tahu atau tidak jawab.

“Dari hasil elektabilitas ini tentu kita bisa lihat bahwa dominasi Jokowi masih sangat tinggi. Hal ini tentu juga karena efek incumbent (petahana). Jika dilihat pada tren kepuasaan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi yang cendrung meningkat, maka bisa saja elektabilitas Jokowi akan mengalami peningkatan beberapa waktu ke depan,” jelas Wempy.

Selain itu, menurutnya, publik mengungkapkan bahwa Jokowi-JK berhasil memimpin Indonesia sebesar 70 persen. Hal ini tentu berbanding lurus dengan kehendak publik yang menginginkan Jokowi untuk kembali l sebagai presiden Indonesia pada 2019-2024 sebesar 66 persen.

Dengan demikian, jelas Wempy,  kita melihat bahwa masyarakat Indonesia secara keseluruhan masih menginginkan Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinannya pada periode yang kedua.

“Tentu peta politik pilpres masih sangat cair mengingat pilpres masih 2 tahun lagi. Kepuasaan publik yang tinggi terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-JK menjadi modal untuk meyakinkan publik pada pemilihan presiden 2019 nanti,” tutupnya.  (Stefan/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password