breaking news New

LKPI: Kini Elektabilitas Jokowi dan PDIP Melorot Jauh Dibawa Prabowo dan Grindra

Presiden Jokowi Bersama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto
Bagikan

Jakarta, Kabarnusantara.net – Pesiden Joko Widodo (Jokowi) dan PDI Perjuangan melorot. Dalam hitungan survei yang dilakukan Lembaga Kajian Pemilu atau LKPI. Jokowi di bawah Prabowo Subianto, sementara PDI Perjuangan disalip Partai Gerindra.

Lalu mengapa Jokowi dan PDI Perjuangan dapat merosot?

Direktur Eksekutif LKPI, Arifin Nur Cahyono menjelaskan, menurunnya elektabilitas PDI Perjuangan lebih dikarenakan kegagalan pemerintahan Joko Widodo dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi wong cilik. Pasalnya, dahulu PDI Perjuangan saat menjadi oposisi sangat gigih menolak kebijakan kenaikan harga BBM, gas serta tarif dasar listrik. Bahkan kepala daerah dari PDIP sampai turun untuk menolak kenaikan harga BBM.

“Tetapi saat Joko Widodo berkuasa, justru PDI Perjuangan menjadi partai pedukung kenaikan harga BBM. Turunnya elektabilitas partai-partai pendukung Joko Widodo selain Golkar tak lepas juga dari kesulitan ekonomi yang banyak dialami oleh para pemilih partai pendukung Joko Widodo di pemerintahannya,” tegas Arifin, di Jakarta, Selasa (26/12/2017).

Untuk diketahui, Gerindra memperoleh 20,7 persen, disusul Golkar 13,7 persen, PDI Perjuangan 13,4 persen, PKB 7,6 persen, Partai Demokrat 6,1 persen, PAN 5,8 persen, PPP 5,2 persen, PKS 4,5 persen. Berikutnya Perindo 4,3 persen, Nasdem 3,6 persen, Hanura 1,3 persen, dan tidak memilih sebanyak 13,8 persen.

Elektabilitas Prabowo malah tambah naik dengan 53,6 persen, Joko Widodo 19,4 persen, Gatot Nurmantyo 4,6 persen, Sri Mulyani 3,1 persen, Anies Baswedan 2,1 persen, Puan Maharani 2,8 persen, Tri Rismaharini 5,7 persen, Muhaimin Iskandar 2,1 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 0,8 persen dan tidak memilih sebanyak 5,8 persen.

Dalam survei, LKPI mengunakan metode survei jajak pendapat menjadikan 2.178 orang sebagai responden yang berasal dari 456 Kota/ Kabupaten di Indonesia. Survei dilakukan dalam kurun waktu 14 hari mulai tanggal 8 Desember hingga 22 Desember 2017

Penentuan jumlah responden ditentukan melalui jumlah populasi DPT Pemilu 2014 sebanyak 190.307.134 pemilih. Mengunakan metode multistage random sampling dalam menentukan jumlah responden dan survei ini mengunakan tingkat kepercayaan 95 % dengan margin of error -/+ 2,1 %. (Rozy/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password