Beranda Sastra Puisi: Djafar Abdoel Aziz Hamid (DJIK22)

Puisi: Djafar Abdoel Aziz Hamid (DJIK22)

0

PEREMPUAN DITEKAN BRUTAL (125)

Seksi menawar mata
Membuat rayu memuji
Ada yang menggoda
Melirik mengabari tanda

Tubuhku
Lelaki mata elang menikam
Kau kotori badan
Kau goyang tubuhku
Lalu
Kau pergi dengan senyum

Rakusnya para lelaki
Hanya berkoar basi bahasa
Padahal
Ada maksud berselubung

Akulah perempuan ditekan brutal
Di bidang politik
Tenagaku dipandang
Cengeng sebelah mata

Lantas dimana setara?
Dimana negara sebagai pelindung?
Ah,
Negara mulai melepas tangan

Segala macam rayu
Pernah kurasai usia
Atas nama cinta
Kata mereka
Bagiku ini obralan murah

Kalau benar
Kenapa aku dibuli?
Kenapa saudaraku dieliminasi?
Seolah
Harga diri sebatas
Perawan atau bukan

Jangan lagi
Bermanis bahasa basi
Hei lelaki
Wahai sekalian semua
Dengarlah seksama

Aku bukan barang dagangan
Mulutku bukan politisi
Rayuku bukan calon dewan
Tapi
Akulah perempuan berani

Hargailah
Aku adalah ibumu
Akulah penunjuk jalan
Mari
Berjuang bergandeng

Makassar
Rabu, 28 Februari 2018
Djik22

BETULKAH AKU BARANG DAGANGAN? (126)

Tak puas disiksa
Di ranjang diganas paras
Tubuhku
Hanya dicicipi

Aku jadi
Lahan basah berdesah
Demi napsu
Gerogoti uang germo

Padahal
Aku butuh perlindungan
Yang katanya
Sebagai dua sayap pasang

Lelaki adalah kawanku
Tapi banyak juga
Manfaatkan momen
Sandar perlahan lalu olesi

Betulkah aku ditindas?
Kenapa perempuan didagangkan?
Terlalu kejam menusuk
Durinya menjara
Nasib kaumku

Mata dunia memandang
Kepala tunduk beri hormat
Kalau aku
Adalah separuh stamina lembut

Maukah aku dilindungi?
Biar pemerkosaan
Diberantas perlahan

Makassar
Rabu, 28 Februari 2018
Djik22

PUISI: DJAFAR ABDOEL AZIZ HAMID (DJIK22) TENTANG PEMEBEBASAN KAUM PEREMPUAN.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here